oleh

Potensi Banyak Pemilih Golput, Koreksi Bagi Paslon Pilpres Lebih Menjelaskan Agenda Kerjanya ke Masyarakat

Jakarta, TribunAsia.com – Setiap kali dilaksanakan pemilihan presiden, golput selalu menjadi ancaman bagi suksesnya pemilihan, semakin tinggi jumlah masyarakat yang golput menandakan perhelatan Pilpres di kotak suara kurang sukses. Menekan angka golput bukan hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara Pemilu, pasangan Capres Cawapres juga memiliki tanggung jawab dalam menekan angka golput.

Jika pasangan Capres Cawapres mampu menerjemahkan programnya dengan benar-benar jelas ke Masyarakat, maka masyarakat juga akan memiliki ketertarikan lebih dalam memilih mereka.

banner 336x280

“Bayangan akan banyaknya pemilih golput merupakan koreksi buat paslon Pilpres, jika berkaca pada kasus Pilpres sebelumnya, banyak pemilih golput karena mereka tidak paham agenda kerja Paslon sehingga mereka merasa tidak punya alasan untuk memilih siapapun” jelas Zaenal Abidin Riam, Koordinator Presidium Demokrasiana Institute, Minggu (27/1).

Simpatisan dan tim kampanye Paslon perlu lebih gencar turun langsung ke masyarakat, menemui langsung masyarakat, berdialog dan menyampaikan langsung agenda kerja khususnya yang dinilai layak menarik simpati pemilih.

“Tim kampanye Paslon harus lebih intens lagi menemui warga, berupaya keras memahamkan rencana agenda kerja jagoan mereka, bial perlu door to door” sambungnya.

“Jadi tidak harus menunggu debat Pilpres digelar untuk memahamkan visi misi ke masyarakat, masa waktu kampanye yang tersisa harus digunakan semaksimal mungkin bagi para tim pemenangan kandidat, bila Pilpres nya fair maka Paslon yang paling bisa menjelaskan agenda kerjanya dengan bahasa sederhana dan konkrit yang akan mendulang suara paling banyak” tutup Enal.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *