oleh

Perhatikan Agama, TK Al Munawaroh Rutinkan Jumat Dhuha

Bogor, TribunASia.com – Bekal pemahaman agama dinilai penting ditanamkan sejak dini kepada anak, penanaman keagamaan sejak usia dini menyebabkan anak tumbuh dengan panduan nilai ilahiah, pertimbangan ini menjadi dasar bagi pengelola TK PGRI Al Munawaroh meluangkan hari khusus pengajaran dan praktik ibadah kepada para murid, tepatnya dilaksanakan setiap Jumat dalam bentuk Sholat Dhuha berjamaah.

Saat berbincang bersama TribunAsia.com, Kepala Sekolah TK PGRI Al Munawaroh, Satu Sri Endah, menjelaskan Dhuha berjamaah menjadi aktivitas rutin setiap hari Jumat.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Setia Jumat digelar Dhuha berjamaah, murid kami di TK praktik wudhu dan praktik Sholat Sunat Dhuha, ini untuk lebih mengenalkan mereka pemahaman agama sejak kecil” terangnya, Jumat (21/1).

Perempuan 46 tahun ini menyebut pelajaran agama tidak hanya diberikan pada hari Jumat, akan tetapi setiap hari, biasanya sebagai pembuka pelajaran.

“Setiap hari ada (pelajaran bermuatan agama), misalnya sebelum jauh melangkah ke pelajaran selanjutnya diawali dulu dengan doa-doa dan hafalan surat pendek” urainya.

TK PGRI Al Munawaroh termasuk sekolah yang sudah lama berdiri, sudah sekitar 12 tahun.

“Sudah lama mas, ada 12 tahunlah, saat itu saya ketemu dua orang teman yang latar belakangnya pendidikan TK, dari hasil diskusi kemudian kita sepakat merintis TK” ungkapnya.

Perjuangan Satu Sri Endah merintis TK tidak mudah, karena anggaran sangat terbatas, terpaksa awalnya mereka menumpang di salah satu sekolah SMP.

“Awalnya kita numpang di gedung SMP, lama kemudian baru kita bisa dirikan gedung sendiri, ini juga atas dukungan dan bantuan suami, setelah punya gedung sendiri siswa langsung bertambah, sampai 60 orang” kenangnya.

TK yang berdomisili di Desa Antajaya, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor ini terus berbenah, meski jumlah siswa naik turun, namun tak menyurutkan semangat pengelola, tak jarang pengelola menggelar kelas umum di tengah pemukiman warga untuk anak-anak yang lokasinya sangat jauh dari sekolah, semua itu mereka lakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak usia dini. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *