oleh

Dinas Perhubungan, Angkutan Umum Tidak Akan Bisa Menggantikan Kenyamanan Mobil Pribadi

TribunAsia.com – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bandingkan antara kendaraan pribadi dengan transportasi umum. Untuk membatasi arus kendaraan di Jakarta, Budi selaku Sekretaris Dishub tengah melakukan ganjil-genap untuk mengurangi kemacetan di beberapa ruas jalan.

“Angkutan umum apapun tidak akan bisa menggantikan kenyamanan mobil pribadi. Jadi nggak bisa jadi harus dipaksa hanya dengan pembatasan lalu lintas sekarang yang sedang kita lakukan adalah ganjil genap,” kata Budi, (25/1/2019).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mencari solusi kemacetan, angkutan masal hendak mengoperasikan LRT yang saat ini masih dalam proses lelang. Adapun nantinya, pihak perhubungan akan membuka koridor-koridor yang tertentu di Jakarta. Koridor tersebut disebutkan dari Selatan ke Utara dan berikutnya Timur ke Barat.

“Pengembangan angkutan umum massal ini yang kita lakukan di sana ada yang kita rencanakan ada 2 koridor utama yaitu dari selatan ke utara dan dari timur ke barat yang sekarang sudah kita buat.  Dan Insya Allah Maret nanti bisa di launching adalah dari Lebak Bulus sampai ke Bundaran HI,” jelas Budi mewakili Dishub DKI Jakarta.

Kemudian, fase kedua ditambahkan dia, koridor-koridor LRT itu akan melewati Kampung Bandan dan akan menyilang yang telah ditentukan pada koridor-koridor yang telah disampaikan.

“Fase keduanya sampai ke Kampung Bandan koridor-koridor jadi menyilang di Jakarta kalau kita gambarkan begitu ya dari timur ke barat dari selatan ke utara,” imbuhnya.

Selain itu, angkutan perairan yang berhubungan dengan pelabuhan akan dikembangkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Kata Dishub, pelabuhan Muara Angke dalam tahun 2019 ini menjadi target Pemda untuk mendukung pengembangan pelabuhan-pelabuhan yang berada di Jakarta. Saat ini terdapat 6 unit armada kapal motor yang mampu melayani penumpang menuju Pulau Seribu.

“Muara Angke tahun ini kita akan mulai untuk kita kembangkan. Kemudian, Pulau Seribu ini penting karena kita juga pengen Pulau Seribu Pulau yang akan dibangun juga pelabuhannya upaya mendukung. Selain itu kita juga mengembangkan transportasi lautnya sekarang kita sudah nambah apa ada 6 kapal yang akan melayani,” tandasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *