oleh

Ketum FPI: Pertahankan Negara Indonesia dengan Berjuang Mempertahankan Agama

Jakarta, TribunAsia.com – Front Pembela Islam mengingatkan untuk mempertahankan negara Indonesia dengan berjuang membela agama. Dengan usia negara Indonesia mengijak 73 tahun merdeka, Achmad Sobri Lubis selaku Ketum FPI mengatakan, jangan merasa bangga di negara Indonesia mayoritas pemeluk agama Islam.

“Berarti kesannya aman yang bikin jaminan itu adalah kita berjuang. Kita berjuang mempertahankan agama, Indonesia ini usianya masih muda belia usianya Indonesia baru 73 tahun. Bahwasannya kita umat Islam ini jangan dulu bangga merasa diri hebat merasa diri kuat Islam mayoritas di Indonesia,” tegas Sobri dibilangan Radjiman Cakung Jakarta Timur, Sabtu (26/1/2019).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Kemudian disela-sela Maulid disampaikan pula, penghadangan ulama terjadi diberbagai daerah di Indonesia termasuk kriminalisasi ulama marak terjadi. Terlebih, dia menilai aksi solidaritas umat Islam ketika 212 di Jakarta umat Islam terlihat puluhan ribu yang hadir.

“Akhirnya Habib Rizieq mulai dikriminalisasi sampai 17 kasus di laporin polisi. Dilarang mencegah tapi alhamdulillah umat Islam bersatu padu ormas-ormasnya dilarang-larang dan ditakut-takuti. Nggak tahu kalau rakyat udah pada pinter semua mau mempermainkan hukum,” tandanya.

Ketua Umum Front Pembela Islam (Ketum FPI) umat Islam selama 700 tahun berkuasa di Andalusia. Kini dikatakan, Achmad Sobri Lubis selaku Ketua FPI dibilangan Radjiman Cakung Jakarta Timur umat Islam meninggalkan wilayah itu dikarenakan memiliki keimanan yang kuat.

“700 tahun berkuasa pecah satu persatu wilayah Islam terakhir Khalifah Islam dinyatakan sebagai agama terlarang di Andalusia setelah 700 tahun berkuasa. Tapi orang yang imannya lemah waduh nanti kita nggak punya rumah,” ujarnya.

Adapun dia mengatakan, perpecahan umat Islam dikawasan Eropa dikerenakan telah masuk agama Nasrani. Sejarah berkuasanya umat Islam dikawasan Eropa tersebut menjadi pelajaran bagi umat Islam di Indonesia meskipun telah merdeka selama 73 tahun. Tidak hanya itu, keimanan juga dikupas untuk mempertahankan agama Islam dikota yang mengalami perpecahan.

“Yang dia pikir akhirnya mereka keluar (pergi) naudzubillah. Pilihannya cuman dua atau mati atau masuk agama kristen, orang yang imannya kuat dia akan tinggalkan dia pergi,” kata Sobri. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *