oleh

Fasilitas Kesehatan di Jakarta Siap Melayani Wisatawan

Jakarta, TribunAsia.com – Fasilitas kesehatan yang tersedia di DKI Jakarta siap melayani calon wisatawan. Kepala Seksi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Kesehatan Olahraga Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dicky Alsadik menjelaskan, sejumlah rumah sakit milik pemerintah maupun swasta dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mulai dari lingkungan kelurahan.

“Dinas kesehatan siap untuk mengamankan wisata di DKI Jakarta apa itu wisatawan mancanegara karena kami mempunyai 44 Puskesmas. Kelurahan 300-an puskesmas kemudian kita ada 30 RSUD dan RSKD tapi total rumah sakit di DKI Jakarta termasuk yang di pasar 87 rumah sakit baik pemerintah pusat pemerintah daerah maupun swasta,” papar Dicky, Kamis (24/1/2019).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Dikatakan dia, pusat penjualan makanan yang terdapat di area wisata telah melalui tahap pembinaan sehingga dari segi kesehatan terjamin. Pusat penjualan makanan dan minuman yang terdapat dilokasi objek wisata yang dikelola oleh industri rumah tangga saat ini tergabung di Ok Oce.

“Pembinaan untuk marketnya dan di sertifikat layak sehat untuk bisa lanjut Bapak Ibu sekalian untuk pangan industri rumah tangga ya kami bekerja sama dengan Ok Oce di DKI Jakarta ini ada sekitar 40 ribuan yang tergabung dalam waktu tetapi yang dalam hal usaha kuliner itu,” jelasnya.

Menurut dia, pusat kuliner yang terdapat di area wisata dan tempat-tempat objek vital lainnya telah terjamin bahan bakunya. Hal itu pun juga tertuang didalam Perda DKI Jakarta. Kemudian, makanan yang dijual di pusat-pusat belanja turut serta dalam pengawasan dinas kesehatan.

“Tentunya untuk sanitasi jasaboga ada di peraturan untuk mengatur untuk catering rumah makan dan restoran hotel DKI Jakarta nomor 13 tahun 2017 tentang penyelenggaraan keamanan pangan terpadu di Provinsi DKI Jakarta itu sendiri diatur. Jajanan di Jakarta mulai dari tingkatan bahan makanannya yang kita awasi ada di restoran kemudian di hotel maupun di mall,” kata Dicky.

Selain itu, Dinas Kesehatan DKI Jakarta merinci, keracunan makanan yang paling banyak ditemukan pada pedagang kaki lima mencapai angka 30 persen. Tidak hanya itu, keracunan makanan turut ditemukan didalam makanan catering dan restoran.

“Di DKI Jakarta juga masih dilaporkan angka kasus keracunan makanan atau food itu dari pedagang kaki lima 30% rumah tangga atau hajatan 4% dari catering 16% dari restoran 4% dari Balai Besar Pom DKI 2018,” ungkapnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *