oleh

Suka Duka Mengembangkan PAUD, Minim Sarpras Hingga Kesalahpahaman Masyarakat

Bogor, TribunAsia.com – Mengelola Sekolah Pendidikan Anak Usia Dini memiliki ragam tantangan, hambatan bukan hanya berasal dari minimnya infrastruktur pendidikan atau kurangnya perhatian pemerintah, hambatan tidak jarang datang dari pihak masyarakat, hal ini dialami Kepala Sekolah PAUD Al Hafizh, Siti Afiah Nasir.

Saat wawancara bersama TribunAsia.com, perempuan 33 tahun ini menuturkan munculnya persepsi oknum warga yang bernada miring terhadap PAUD yang dikelolanya yang berlokasi di Kampung Cibeurem, Desa Buana Jaya, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Bogor.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Disini tak jarang ada pihak masyarakat yang menganggap kita seolah memiliki kepentingan tertentu di PAUD, itu terjadi karena model pendidikan yang dikembangkan di PAUD sebagian berbeda dengan budaya setempat” jelas Afi, sapaan akrabnya, Selasa (22/1).

Menghadapi situasi tersebut, pihak yayasan pengelola PAUD Al Hafijh menyiasati dengan membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat setempat, komunikasi tersebut dimaksudkan sebagai dialog dua arah, PAUD menyampaikan maksudnya sekaligus mencoba memahami sudut pandang masyarakat.

“Kami menyiasatinya dengan membangun komunikasi intens dengan masyarakat, pendekatan ini cukup efektif, masyarakat mulai lebih terbuka memahami tujuan sebenarnya dari PAUD” terangnya.

Sejauh ini dialog antara pihak PAUD dan oknum warga terus terbangun, pengelola PAUD percaya dialog ini bagian dari proses menyamakan persepsi, prosesnya harus dihargai, bila waktunya tiba masyarakat secara keseluruhan tidak salah paham lagi dengan misi PAUD. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *