oleh

Kemacetan dan Minimnya Informasi Berdampak pada Pariwisata

Jakarta, TribunAsia.com – Upaya menarik calon wisatawan berkunjung ke Daerah Khusus Ibukota Jakarta dibutuhkan saling terintegrasi satu sama lain. Adapun yang disampaikan, Trisno Nugroho didalam Jakarta Tourism Forum pentingnya kenyamanan dunia pariwisata yang berada dibawah naungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dikatan dia, kemacetan lalulintas penyebab turunnya minat pengunjung baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara. Perlu diketahui, tercatat mencapai 50-60 persen wisatawan yang datang ke obyek wisata untuk menikmati liburan dan enggannya kembali berkunjung dengan alasan hambatan sarana transportasi.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Jakarta pariwisata komandannya mengintegrasikan di Pemprov nama lain yaitu kalau ada mungkin saling terintegrasi diantara kita semua. Kejakarta dari luar negeri maupun dari Bekasi ke Jakarta kembali ke Jakarta mereka itu besarnya sekitar 60% atau 50%. Salah satunya adalah tadi hambatan transportasi beberapa titik dia mau kembali kalau nggak macet,” terang Trisno, Rabu malam (23/1/2019).

Ia mengatakan, tidak hanya kemacetan lalu lintas akan tetapi, sarana petunjuk ditempat-tempat wisata masih dinilai minim. Menurut dia, salah satu objek wisata di Kota Tua perlu dilengkapi keterangan denah area. Yang mana dimaksudkan untuk mempermudah serta mengetahui informasi dan fasilitas yang dapat dinikmati wisatawan.

“Mungkin kita harus kembangkan adalah  kota tua. dan pulau seribu dan juga kerja Jakarta secara keseluruhan. Ada di bidang tour gaet jadi kalau kita ke kota tua tidak ada yang ngasih tahu petunjuk, ini apa sih di dalam kota tua,” jelas Kepala kantor cabang Bank Indonesia perwakilan Jakarta.

Kemudian, Trisno menyampaikan kesulitan yang ditemui para pengunjung Kota Tua jika hendak membutuhkan jasa transportasi harus melakukan perjalanan cukup jauh, dikarenakan kurangnya petunjuk dan pelayanan informasi publik.

“Trans (halte) itu kan dia agak susah, muter dulu gimana cara agar tulisan itu bisa nggak jauh,” tandasnya.

Masih tentang pariwisata, dia juga membicarakan akses transportasi yang terbatas untuk mengangkut wisatawan menuju pulau seribu. Terlebih, para wisatawan turut mengkritik perihal kebersihan lingkungan diarea tersebut.

“Kemudian apa yang mau di bangun kapal ditambah itu juga salah satu hambatan dari wisman dan wisnus datang ke Kepulauan Seribu ya Jadi kita lihat banyak wisman dan wisnus di dalam komentarnya itu banyak bicara mengenai sampah,” singkatnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *