oleh

Dinas Pendidikan DKI Jakarta: Lulusan SMK Dapat menyesuaikan Diri dengan Dunia Kerja

Jakarta, TribunAsia.com – Dinas Pendidikan DKI Jakarta menanti kehadiran industri pariwisata di sektor pendidikan terutama pada sekolah kejuruan. Bowo Irianto selaku Plt Kadisdik mengharapkan, bagi lulusan SMK terdapat di Jakarta dapat menyesuaikan diri sesuai dengan kompetensi didunia kerja.

“Tahun 2016 tentang revitalisasi SMK sangat terbuka dan kami tunggu kehadiran industri ada di sekolah. Kenapa demikian dengan kehadiran industri di sekolah diharapkan kompetensi-kompetensi lapangan, kompetensi produksi itu bisa semakin mudah diadaptasi oleh peserta didik sehingga tamatan SMK akan lebih cepat menyesuaikan diri dengan dunia kerja,” jelasnya Rabu (23/1/2019).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Kemudian, dia menyampaikan akan membuka jurusan baru pada sekolah menengah kejuruan (SMK) dengan terselenggaranya pendidikan tersebut, mampu menghasilkan nilai ekonomi sesuai dengan jurusan. Melalui Jakarta Tourism Forum, Kadisdik berpesan terutama kepada orang tua murid untuk dapat mendampingi putra-putri mereka yang tengah duduk di bangku sekolah.

“Semakin mereka cepat beradaptasi maka mereka semakin produktif masa penyesuaian semakin singkat faktor ekonomi bicara di situ. Oleh karenanya, kami betul-betul bisa kawan-kawan, Bapak dan Ibu yang terhormat ini bisa mengawal dan mendampingi SMK yang akan datang juga kami mengembangkan tahun ini membuka dan menyelenggarakan sekolah baru,” imbuhnya.

Menurut Hadi, murid-murid SMK di DKI memiliki potensi besar dikarenakan telah dibekali dengan keahlian dibidang teknologi informasi. Kata dia, di-era milenial saat ini lulusan dari SMK dapat menyesuaikan dan mudah diserap didunia kerja yang mengandalkan teknologi industri kreatif.

“Orientasi kami kepada sekolah berbasis teknologi informasi dan industri kreatif ada 10 unit sekolah baru dalam rangka menjawab tantangan ke depan dengan era milenial. Yang ada sekarang ini itulah Bapak Ibu sekalian yang ingin kami sampaikan kepada forum ini mengapa demikian karena sejatinya anak-anak SMK di DKI Jakarta ini memiliki potensi yang besar untuk bisa diserap dunia kerja.

Selain itu, dikatakan dia pengangguran mencapai 40 persen dan tercatat jumlah murid SMK swasta dibawah 100 orang. Hal tersebut disampaikan, anggka pengangguran menjadi persoalan bersama untuk mencari solusi.

“Sekian persen menganggur persoalannya barangkali ini menjadi bagian dari tugas kita bersama untuk mengatasinya. Dari 585 sekolah 40% dan mayoritas di sekolah swasta itu muridnya itu di bawah 200 orang dari 40%.  Ini ada sekitar 100 sekolah yang muridnya itu dibawah 100 orang bisa kita bayangkan bagaimana,” imbuhnya.

Kemudian, Disdik DKI Jakarta memaparkan akan fokus pada SMK Pariwisata. Jumlah SMK Pariwisata terdiri dari 71 kompetensi keahlian dan program yang diselenggarakan SMK Pariwisata diantaranya usaha jasa dan perjalanan wisata. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *