oleh

Strategi Deradikalisasi, Prabowo-Sandi Berinvestasi Besar-Besaran di Pesantren dan Madrasah

Jakarta, TribunAsia.com – Strategi untuk menjalankan program pencegahan deradikalisasi pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden memaparkan akan berinvestasi di bidang pendidikan termasuk pesantren dan madrasah. Tidak hanya itu, Prabowo juga memperhatikan dunia pendidikan baik murid maupun guru.

“Jadi saya sangat mendukung setiap usaha deradikalisasi pendidikan itu, Prabowo-Sandi manakala kita yang memimpin pemerintahan kita akan bener-bener investasi besar-besaran dalam pendidikan. Kita akan bantu pesantren-pesantren madrasah-madrasah guru-guru di mana-mana harus kita perbaiki kapasitasnya kualitas hidupnya dengan demikian mereka yang akan bisa mempengaruhi pendidikan,” jelas pasangan Prabowo-Sandi, Kamis malam (17/1/2019).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Dikatakan Prabowo Subianto, jika dia terpilih memimpin negeri ini maka yang diutamakan bidang pendidikan dan memperhatikan kesejahteraan tenaga pendidik. Mantan Danjen Kopassus itu menjelaskan, dirinya berpengalaman sebagai pasukan anti teror dan menolak faham radikal.

“Pasukan anti teror yang pertama jadi saya mengerti saya paham. Masalahnya adalah karena pengalaman saya itu saya mengetahui bahwa seringkali terorisme ini adalah dikirim dari negara lain dan sering juga dibuatnya. Padahal itu sebetulnya dia itu bukan dikendalikan oleh orang yang mungkin juga bukan orang Islam mungkin juga orang asing atau pun bekerja untuk orang asing,” beber nomor urut 02.

Sandiaga Salahuddin Uno ikut merinci untuk memastikan warga negara agar tidak masuk kedalam ideologi terorisme. Menurut dia, akar permasalahan yang utama diduga faktor ekonomi. Menurutnya, pasangan Prabowo-Sandi menilai untuk mengantisipasi faham terorisme akan menjalankan komitmen adil dan makmur di negeri ini.

“Banyak sekali masyarakat yang tidak bisa merasakan masa depan yang cerah akhirnya terpapar karena kebutuhan ekonominya. Oleh karena itu, Prabowo-Sandi akan melihat peta-peta di mana risiko ini timbul berdasarkan ideologi, motivasi dan psikologi kita harus hadir untuk mereka untuk memastikan mereka tidak terjerumus pada terorisme itu yang menjadi komitmen adil makmur bersama Prabowo-Sandi,” kata mantan wakil Gubernur DKI Jakarta.

Menanggapi isu terorisme, KH Ma’ruf Amin mengatakan penyebab terjadinya radikal dikarenakan paham agama yang menyimpang. Ma’ruf menambahkan, harus ada pelurusan paham keagamaan yang disebabkan faktor-faktor ekonomi dan sosial.

“Sejarahnya adalah apa yang menyebabkan dia menjadi radikal kalau itu karena paham keagamaan yang menyimpang. Maka yang harus kita doktrinkan bagaimana meluruskan paham keagamaannya yang menyimpang itu. Yang itu disebabkan oleh faktor-faktor ekonomi sosial,” ujar Cawapres nomor urut 01.

Kemudian, disebutkan kembali untuk pencegahan faham radikal butuh pendekatan dan memberikan peluang-peluang kerja terhadap orang terbawa arus radikal.

“Maka pendekatannya adalah melalui pemberian lapangan kerja dan juga santunan yang bisa mengembalikan mereka kepada jalan yang lurus. Kenapa dia menjadi radikal,” terangnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *