oleh

Impor Beras, Pasangan Debat Capres-Cawapres Singgung Menteri dan Pejabat Jokowi Bersebrangan

Jakarta, TribunAsia.com – Pasangan Debat Capres dan Cawapres singgung menteri-menteri di bawah Presiden Jokowi bersebrangan tentang informasi persediaan stok beras. Dalam kesempatan itu, Prabowo mengkirtik impor beras karena dari keterangan Dirut Bulog Budi Waseso, Kementerian Pertanian dan Menteri Perdagangan dinilai membingungkan rakyat.

“Menteri-menteri bapak itu (Jokowi) berseberangan ada yang mengatakan produksi. Apa persediaan beras cukup tapi ada lagi yang mengimpor beras, dari ini yang kami jadi kami bertanya kepada bapak bagaimana pejabat yang bapak angkat termasuk Dirut Bulog Pak Buwas mengatakan bahwa cukup.  Kemudian Menteri Pertanian Bapak mengatakan cukup tapi menteri perdagangan Bapak mengizinkan impor komoditas pangan yang begitu banyak ini yang membingungkan rakyat,” jelas Prabowo Subianto Kamis malam, (17/1/2019).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Prabowo-Sandi menilai, di bawah Pemerintah Joko Widodo antara pejabat dan Menteri yang terkait memiliki konflik kepentingan terutama berkaitan dengan makan pokok masyarakat Indonesia. Dikarenakan, perbedaan pendapat tentang persediaan stok beras diduga ada memiliki kepentingan masing-masing dari mereka.

“Dan kami ini masalah pemerintahan bapak sendiri di antara pejabat-pejabat yang bapak angkat itu karena itu kami bertanya kepada bapak apakah Bapak benar-benar yakin tentang tidak ada konflik kepentingan,” imbuhnya.

Menangganggpi pernyataan Prabowo yang mengatakan persediaan stok beras cukup namun disisi lain Indonesia melakukan impor beras. Jokowi Widodo pun merinci, hal yang telah diputuskan bersama menteri dan jajarannya harus dijalankan. Menurut dia, berbeda pendapat dalam persediaan stok beras dinilai tidak ada masalah dalam kondisi tertentu.

“Kalau sudah diputuskan emang harus dijalankan bahwa kalau menteri sama semuanya mah. Nggak menurut saya mah enggak bagus tidak ada saling kontrol tidak ada saya ngecek tidak ada saling mengawasi penting sekali sekarang ini tidak usah menteri baru sama semuanya. berbeda nggak papa saya persilahkan kok nggak ada masalah,” tandas Jokowi.

“Nanti kalau sudah rampung dibalesnya barusan putus dan impor atau tidak perlu kita putuskan saya biasa menteri-menteri saya dengan situasi situasi seperti itu,” tambahnya.

Selain itu, Jokowi melepaskan pernyataan kepada Prabowo terkait mantan narapidana yang diperoleh dari data ICW sejumlah 6 orang untuk calon legislatif. Namun, dikata dia tidak menuduh karena pencalonan tersebut telah ditandatangani baik dari sekretaris jenderal dan ketua umum partai.

“Itu ada ICW memberikan data itu jelas kali ada 6 yang Bapak calonkan dan yang tanda tangan dan pencalegan itu adalah ketua umumnya dan Sekjen artinya Bapak tanda tangan. Saya tidak saya tidak menuduh Bapak korupsi enggak ini mantan koruptor mantan napi korupsi yang sudah,” sebut Paslon nomor urut 01.

Kemudian, disela-sela debat Capres-Cawapres Prabowo menjelaskan apa yang telah disampaikan Jokowi ditepis karena proses hukum telah dilalui dan bila rakyat mengizinkan karena kapasitas lebih terhadap calon legislatif menurut Prabowo semua akan dikembalikan kepada rakyat.

“Yang jelas Pak kalau kasus itu sudah melalui proses ya sudah dihukum atau tidak kalau memang hukum mengizinkan kalau dia masih dianggap masih bisa dan rakyat menghendaki dia karena dia punya kelebihan-kelebihan lain.

Terlebih, dia menambahkan bila memimpin negara kelak terjadi korupsi maka dia selaku kepala negara akan menghabiskan pelaku korupsi. Tak hanya korupsi kata Prabowo, mencuri seekor ayam juga perbuatan melawan hukum.

“Kalau curi ayam bener itu salah, tadi kalau merugikan rakyat itu saya kira yang harus kita habiskan di Indonesia ini,” ungkapnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *