oleh

Prabowo Sandi: Kami Terpilih, Tumpang Tindih Hukum Hilang

Jakarta, TribunAsia.com – Pasangan Capres Cawapres nomor urut dua Prabowo Sandi menegaskan komitmen mereka untuk melakukan sinkronisasi hukum, hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi tumpang tindih dalam dunia hukum, pernyataan tersebut disampaikan Prabowo Sandi dalam debat Pilpres putaran pertama di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1).

“Kami akan bentuk tim untuk mensinkronisasikan supaya tidak ada tumpang tindih hukum, kami akan melibatkan para ahli, akan memastikan bahwa lahir kepastian hukum” tegas Prabowo.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Senada dengan Prabowo, Cawapres Sandiaga Uno menekankan kepastian hukum akan berimplikasi  pada kepastian usaha.

“Kepastian hukum akan berimplikasi kepada kepastian usaha sehingga ekonomi kuat dan masyarakat sejahtera” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Jokowi Ma’ruf menilai gagasan mereka dalam penguatan hukum berbeda dengan Prabowo Sandi.

“Kami berbeda, akan membentuk pusat legislasi nasional” ucap Jokowi.

Pernyataan Jokowi dibantah oleh Prabowo, menurutnya yang disampaikan Jokowi sama saja dengan yang ia sampaikan.

“Tidak ada perbedaan karena itu sudah tanggung jawab pemerintah, justru pelibatan para ahli untuk membantu pemerintah” terangnya.

Lebih jauh Prabowo menyoroti ketimpangan penanganan hukum yang terkadang dipertontongkan aparat.

“Ada ketimpangan yang dilakukan aparat dalam penegakan hukum, yang pro pemerintah dibiarkan sedangkan yang sering mengkritik pemerintah langsung diproses” imbuhnya.

Pada kesempatan ini Prabowo Sandi juga mengungkapkan ketidaksepakatan terhadap penanganan hukum dalam kasus terorisme, Prabowo menyebut ada kecenderungan mendekatkan label terorisme kepada umat Islam.

“Tidak sepakat kalau tuduhan terorisme selalu diarahkan kepada orang Islam, faktanya terorisme merupakan proyek yang dikendalikan pihak asing, mereka bukan orang Islam, ada juga karena faktor ekonomi dan pendidikan, bila kami terpilih akan melakukan investasi besar-besaran dalam bidang ekonomi dan pendidikan” pungkasnya. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *