oleh

Tak Dapat Perhatian Pemerintah, Akses Jalan Kampung Nyalindung Rusak Parah

Bogor, TribunAsia.com – Kondisi jalan di wilayah Kampung Nyalindung, Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor dalam kondisi rusak parah. Badan jalan sangat memprihatinkan, sebagian besar jalan terdiri dari tanah dan bebatuan kecil, pada musim hujan jalanan akan becek dan berlumpur di beberapa titik. Jalanan yang kini menghubungkan Kampung Nyalindung menuju wilayah di sekitarnya merupakan buatan warga, tidak ada perhatian pemerintah dalam hal pembuatan jalan.

Tokoh masyarakat setempat, Ibrahim, menjelaskan kronologi penyebab warga memutuskan membuat jalanan sendiri.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Kampung Nyalindung sudah ada sejak Indonesia merdeka, puluhan tahun tidak ada jalan umum, hanya jalan setapak, tidak ada juga perhatian pemerintah, akhirnya kami memutuskan gotong royong buat jalan, kita gotong royong setia minggu, mulai dari nentukan arah jalan hingga ngumpulin batu supaya jalan bisa lebih kuat” ucapnya kepada TribunAsia.com, Senin (14/1).

Meskipun kini sudah ada jalan umum, warga berharap pemerintah bisa mempermanenkan jalanan buatan masyarakat.

“Kalau sekarang kan masih darurat, sedikit hujan langsung berlumpur, kalau naik motor rawan jatuh, tetap berharap pemerintah bisa memperbaiki jalan ini karena belum ada bantuan pemerintah untuk jalan” sambungnya.

Warga memiliki perhatian tinggi terhadap jalan hasil gotong royong mereka, walaupun kondisinya masih sangat jauh dari layak, mereka selalu sigap memperbaiki jalan bila ada batuan jalan yang bergeser dari posisinya.

Sebab kondisi medan jalan yang terbilang sulit, angkutan umum tidak menjangkau tempat ini, warga lebih mengandalkan kendaraan bermotor untuk keluar masuk kampung.

Jalanan yang rusak parah turut mempengaruhi mahalnya transportasi barang menuju Kampung Nyalindung, tidak jarang mobil barang menuju Kampung Nyalindung tidak bersedia mengantar barang hingga ke rumah warga, mereka tidak sanggup mengemudikan kendaraan melalui medan jalan yang berat dan rusak parah.

“Biaya barang menuju kesini bisa sangat mahal mas, bisa dua kali lipat, biasa juga harus pindah mobil karena sopirnya tidak bersedia, jadi terpaksa pindah mobil, biayanya pasti nambah” jelas Usup, tokoh pemuda Kampung Nyalindung. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *