oleh

Kembalikan Pinjaman dengan Cek Kosong, Kombes Pol Safiin Dirugikan Miliaran

Jakarta, TribunAsia.com – Kembalikan uang pinjaman dengan cek kosong, Eko Suwarto dinilai kebal hukum oleh saksi korban penipuan. Menurut Komisaris Besar Polisi Dr Drs Syafiin SH MM, yang tak lain salah satu korban raibnya uang miliknya mencapai miliaran rupiah.

Kata Safiin, bukan hanya perorangan yang menjadi korban penipuan namun, disampaikan pula Perusahaan ikut terkena korban penipuan. Dalam kasus yang merugikan orang lain itu, melalui Pengadilan Negeri Jakarta Timur dia mengharapkan agar terdakwa memahami aturan hukum.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Dia ini selama ini kebal hukum biar dia ini mengerti aturan hukum. Penipuan atas nama Eko Suwarto modusnya penipuan dengan pasal 372 dan 378 kebetulan saya salah satu korbannya,” jelas Safiin kepada TribunAsia.com, Senin (14/1/2019).

Perlu diketahui, duduk selaku Ketua Majelis Hakim Suparman Nyompa, SH MH dengan didampingi Hakim anggota Surung Simanjuntak, SH MH dan Tri Andita, SH MH. Namun demikian, jaksa penuntut umum (JPU) dihadiri oleh Handri, SH dengan Benny Agus, SH dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur.

Mantan Kepala Biro Umum Sekretaris Militer Presiden juga menyampaikan, terdakwa sering melakukan peminjaman sejumlah uang dan mengembalikannya dengan cek tanpa isi uang. Biasanya, terdakwa Eko Suwarto mendatangi kediaman calon korbannya baik perorangan maupun perusahaan dan meminjam dengan jumlah yang cukup lumayan besar.

“Selama ini dia membuka, pinjam dan mengembalikan dengan cek kosong. (Yang ditipu) ada pengusaha ada pribadi, ada perusahaan, ada perorangan dan beberapa orang,” ujarnya.

Ia pun menyampaikan, untuk memperoleh informasi penipuan dengan lengkap maka disarankan mengikuti proses persidangan. Kemudian, pria berbatik itu menyebutkan penipuan terjadi di rumahnya sendiri dan pelakunya pernah berkunjung kerumahnya.

“Disini di Jakarta Timur dirumah saya. Kebetulan dia ini pernah datang kerumah saya. Nanti lihat sidang (detailnya) ini baru sidang,” ungkap Kombes Safiin.

Terlebih, dia meminta proses hukum yang menimpa dirinya tetap lanjut berjalan, meski korban yang lain enggan melaporkan permasalahan tersebut kepada penegak hukum.

“Saya selaku saksi korban, cuma selama ini nggak ada yang berani lapor. Saya supaya mencoba proses hukum ini berjalan,” urainya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *