oleh

Ganja Seberat 1,4 Ton Tertangkap, Saksi Beri Keterangan Truk Sewaan

Jakarta, TribunAsia.com – Saksi berikan keterangan harga sewa rental mobil kepada Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) perihal Ganja seberat 1,4 ton yang ditangkap polisi di Tol Pasar Rebo Jakarta Timur.

Sewa kendaraan rental di Jakarta tersebut, diperuntukkan mengangkut 40 karung Ganja yang dibawa dari Aceh dengan truk Fuso. Menurut saksi, biaya sewa mobil rental di bandrol Rp 700 ribu dalam jangka waktu 2 hari.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“700 ribu penyewaan selama 2 hari. Saya ditelpon ke polda katanya nambrak (mobil rental) nggak taunya muat ganja. Tapi mau dimuat ganja belum dimuat,” jelas saksi.

Pembayaran sewa kendaraan turut dibicarakan dalam persidangan termasuk surat tanda nomor kendaraan diutarakan dalam perkara narkotika jenis daun Ganja. Selain itu, saksi yang bergerak dalam bisnis rental pun menjelaskan armada miliknya dilengkapi surat KIR.

Baca Juga : Ganja 1.434 Kilogram Asal Aceh, Terciduk di Tol Pasar Rebo Disidangkan di PN Jaktim

“Ada pak ada kwitansi. Hanya STNK saja dan KIR ,” ujar saksi.

Kemudian, saksi Rudi Chandra yang tak lain petugas kepolisian menjelaskan, sopir dan kernet Fuso ditangkap di Tol Pasar Rebo tanpa perlawanan. Diketahui, saksi Antonius selaku pemilik kendaraan rental dan Afrizal sebagai pencari armada kendaraan rental.

Ketika penangkapan dikatakan saksi kembali, terdakwa Muhammad Yani dan Solihin bersikap kooperatif.

“Solihin dijanjikan 10 juta. 40 karung (1,4 ton) Koperatif,” tandasnya.

Perlu diketahui, saksi-saksi yang hadir saat persidangan diantaranya Rudi Chandra (polisi), Antonius pemilik mobil rental dan Afrizal sebagai pencari mobil rental di Jakarta.

Sidang dipimpin Majelis Hakim Nun Suhaeni, SH.,MHum dengan didampingi Dwi Dayanto, SH.,MH dan Antonius Simbolon, SH.,MH.

Sementara, tim Kuasa Hukum terdakwa Aden Kurniawan dan Royadi mengatakan, dari keterangan saksi-saksi Jeku hanya meminta kepada Afrizal untuk dicarikan kendaraan rental mobil dengan kesepakatan biaya rental senilai Rp 700 ribu. Saat menyewa mobil tersebut akan digunakan untuk mengangkut peralatan sablon.

“Intinya Jeku meminta kepada Afrizal utk dicarikan rental mobil box. Lalu Afrizal bertemu dengan Antonius selaku rental. Antanius dalam kesepakatan sewa dua hari dengan harga 700 ribu. Dalam sewaaan diperuntukkan untuk sablon jenis Grand Max,” kata Ainul Yaqin, SH.

Lalu, dia merinci Muhammad Yani bersama Rinaldi membawa Ganja seberat 1,4 ton dari Aceh dengan truk Fuso ke Jakarta atas perintah Hamzah yang saat ini DPO. Sopir dan kernet dijanjikan akan di bayar Rp 400 juta bila sampai Ibukota Jakarta. Akan tetapi, kepemilikan mobil Fuso disebut atas nama Abdullah.

Baca Juga : Berkamuflase Menjadi Ikan Asin 1.434 Kilogram Ganja Tetap Terciduk

“Ganja seberat 1400 kilogram dari Aceh. Begini mobil dari Aceh yang dikendalikanbsupir oleh Muhammad Yani dan bersama Rinaldi (kenek). Yang punya mobil Pak Abdullah tetapi yang punya Barang milik Hamzah (DPO). Hamzah itu mengimingi-imingi uang ke Rp 400 juta ke Abdullah sampai barang itu ke Jakarta,” terang penasehat hukum.

Masih kata Ainul, Abdullah kemudian membayar supir dan kernet dengan biaya operasional senilai Rp 75 juta. Untuk tanda jadi, setelah pengiriman ongkos kerja tersebut dibayar Rp 15 juta dan sisanya akan dibayar bila pekerjaan pengiriman barang di dalam truk Fuso sampai di tujuan.

“Akhirnya, Pak Abdullah mencari supir Rinaldi dan kenek Ahmad Yani dengan operasional 75 juta. Tetapi, tidak dibayar semua hanya 10 juta tanda jadi lalu diperjalanan supir dan kenek transfer 5 juta lagi,” imbuhnya.

Sesampai di Jakarta, kata Kuasa Hukum, Abdullah dijemput dengan Suzuki Ertiga dan mencari gudang penyimpanan dari 3 tempat yang diminati gudang itu berlokasi di Bogor.

Usai mendapatkan gudang, Abdulah kembali ke penginapan yang terletak di jalan Galaxi PIK dan disanalah Abdullah ditangkap polisi.

“Pak Abdullah sampai Jakarta dijemput oleh Gusti dengan mobil Suzuki R3 B2831 SKH. pak Abdullah dgn mobil Ertiga survei gudang sebanyak 3 tempat yang cocok di gudang di Bogor karena jalan tidak memadai untuk dilalui mobil Fuso itu. Setelah cocok Pak Abdullah kembali ke Hotel dan ssok hari ditangkap Pak Abdullah di Galaxi daerah PIK,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama Valdo SH, selaku tim Kuasa Hukum juga menyampaikan terkait persidangan, Aden dan Solihin ditangkap pertama kali lalu kemudian ditangkap kembali atas nama Abdullah.

“Aden Kurniawan dan Riyadi, tadi pemeriksaannya tentang kronologi penangkapan saksi menyebutkan saudara Aden dan Solihin saat itu ditangkap pertama,” ungkap Valdo.

Kata dia, keseluruhan jumlah terdakwa 9 orang hanya saja, 2 diantaranya telah memberikan kuasa kepada timnya untuk mendampingi dalam persidangan. Atas keterlibatan Ganja seberat 1,4 ton mereka diancam hukuman mati. Pasal yang kenakan terhadap mereka 115 ayat junto 132 Undangan-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009.

“Jumlah keseluruhan terdakwa 9 orang, sidang tersebut hanya 2 oarng yang hadir selebihnya hari Senin (21/1). Klienya saya bernama Aden Kurniawan dan Riyadi. Klien kami Aden Kurniawan dan Riyadi dan untuk nama-nama lainnya Abdullah, Adami, Solihin, Ilham, M Yani, Renaldi dan Jakaria,” sebutnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *