oleh

Mengajar PAUD Harus Ekstra Ikhlas

Bogor, TribunAsia.com – Menjadi pendidik di PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) membutuhkan tingkat keikhlasan yang sangat tinggi, hal tersebut mengingat hampir tidak adanya imbalan materi yang diterima bagi guru PAUD, kalau ternyata ada jumlahnya tidak seberapa, sangat minim, tidak rutin diterima, pengalaman tersebut juga dirasakan Kepala Sekolah PAUD Nurul Ikhlas, Tita Rosita.

Kepada Tribun Asia.com perempuan paruh baya ini menilai situasi PAUD sekarang ini memang menuntut keikhlasan dan kesabaran dari para guru.

“Di PAUD kita tidak nyari materi Om, nyatanya memang kalau mau bicara penghasilan hampir tak ada, bahkan kita terkadang berkorban, biar Allah yang balas” jelasnya, Jumat (11/1).

Dia menuturkan tidak sedikit pihak mempertanyakan keputusannya mendirikan PAUD, pertanhaan tersebut bukan tanpa alasan, orang sekelilingnya memandang heran, dengan tanpa adanya gaji tetap, ia bersama tim pengajarnya tetap semangat mengelola PAUD.

“Orang-orang sering nanya saya, katanya kenapa tetap jalankan PAUD padahal gajinya tidak ada, ya saya jawab aja biar Allah yang balas” ucapnya.

Secara pribadi pihaknya mengaku tidak mudah merintis PAUD yang kini beralamat di Kampung Pangkalan, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Awalnya anak-anak hanya belajar di rumah orang tua Tita, saat itu belum ada bangunan sekolah.

“Tidak mudah om, awalnya bahkan ngga punya gedung, tapi kita berjuang terus sampai akhirnya bisa, ini tanah orang tua yang saya minta untuk dibangun gedung, awalnya orang sangsi, katanya duitnya dari mana bangun gedung, tapi kami tetap yakin, dan setahun kemudian gedung itu bisa berdiri” tuturnya.

Saat ini murid PAUD Nurul Ikhlas telah berjumlah 21 orang, pembelajaran dilaksanakan dari Senin hingga Jumat, tidak jarang para guru harus menjemput murid ke rumahnya bila orang tua tidak bisa mengantar ke sekolah. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *