oleh

Ikon Pelelangan Ikan Modern, Muara Baru Jakut Akan Terkoneksi dengan Museum Maritim

Jakarta, TribunAsia.com – Direktur Keuangan Perikanan Indonesia menyampaikan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara akan menjadi icon pelelangan ikan modern dan kedepan pelelangan hasil laut akan dilakukan secara online.

“Disana ada tempat pelelangan modern, sebentar lagi kita akan menjadi icon tempat pelelangan ikan. Jadi, disitu lelangnya sudah online,” kata Arief Goentoro di Juanda Jakarta Pusat, Selasa (8/1/2019).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Menurutnya, saat ulang tahun Perikanan Indonesia akan melaksanakan festival untuk menarik wisatawan dan akan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Arief mengatakan, selain menjadi destinasi wisata di Jakarta, Muara Baru diharapkan mampu menghadirkan wisatawan mancanegara. Maka, dia mencoba akan menggandeng BUMN yang memiliki modal cukup untuk menciptakan peluang wisata bahari yang dapat terhubung dengan museum di lokasi tersebut.

“Kemudian tahu ini festival akan dilaksanakan tiap tahun, untuk tahun ini kita harapkan akan bekerja sama dengan Pemprov DKI. Selain menjadi destinasi wisata di DKI, ulang tahun Muara Baru nantinya bukan hanya wisatawan domestik saja akan tetapi mancanegara. Kita akan mencoba bekerja sama dengan BUMN kaya agar museum maritim ini akan terkoneksi,” tandasnya.

Melalui Jakarta Tourism Forum (JTF), dia mengharapkan kerjasama dari berbagai pihak dalam mewujudkan dunia pariwisata. Oleh sebab itu, tiga per empat wilayah Indonesia adalah perairan dan berpotensi mendatangkan sumber ekonomi dari Muara Baru menuju Pulau Seribu.

Baca Juga : Jakarta Tourism Forum Bahas Sektor Pariwisata dan Kuliner Halal

“Ini rencananya kita akan memperkuat Museum Bahari dan tiga per empat kita wilayah perairan. Ada wisata sejarah nanti naik Feri ke pulau seribu kami BUMN tidak kerja sendiri tetapi kerjasama kesemua pihak,” jelas pria berkemeja merah jambu.

Salman Dianda Anwar selaku Ketua Jakarta Tourism Forum  mengatakan, telah menyampaikan perihal pariwisata kepada pimpinan BUMD diperkirakan dalam beberapa waktu dekat kata Salman akan bersinergi. Dikatakan kembali oleh Salman, pertemuan JTF telah berlangsung kesekian kali dan kedepan dia membutuhkan sosok Gubernur Bank Indonesia.

“Saya berurusan dengan BI (Bank Indonesia) tetapi saya sudah sampaikan ke direktur BUMD dalam waktu yang singkat kita butuh koordinasi kita tinggal sinergi saja. Ini pertemuan ke enam memang kita tidak pernah pertemuan ke suatu tempat dan kedepan kita butuh Gubernur BI kedepan,” jelasnya.

Jakarta Tourism Forum, kata Sri diharapkan terus berjalan karena forum tersebut terbentuk dari masyarakat yang memiliki kapasitas dan memahami arah tujuan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Melalui kerjasama di bidang pariwisata, pihaknya akan mendukung penuh melalui SKPD dan dia merasa optimis ketika Bank Indonesia memiliki visi misi yang sana.

“Kita banyak SKPD yang mendukung kegiatan pariwisata halal ini. Jadi kalau Bank Indonesia masuk biasanya lancar. Kita punya transportasi air yang tertinggi (pengunjung) saat ini Ancol,” ujarnya.

Menurut Kepala kantor cabang Bank Indonesia DKI Jakarta, festival budaya sangat digemari calon wisatawan yang hendak berkunjung ke Jakarta. Terlebih, wisatawan mancanegara tertarik berkunjung ke Indonesia melalui informasi yang didapat dari sosial media. Trisno turut mengemukakan melalui survei dilakukan, kemudahan fasilitas transportasi online sangat dibutuhkan oleh wisatawan.

“Menurut survei yang kita lakukan, mereka pada umumnya transportasi online dan taksi di Indonesia. Yang banyak diminati fertival budaya musik tidak terlalu, jadi fokus pada budaya ,” imbuhnya.

Namun demikian, Trisno yang saat ini sebagai tuan rumah  Jakarta Tourism Forum menyebutkan wisatawan mancanegara tercatat 79 % pengunjung pemula ke destinasi wisata di Indonesia berbeda dengan wisatawan lokal yang sering melakukan perjalanan wisata berulang kali. Dia pun merinci, wisatawan yang berasal dari berbagai negara datang ke Ibukota Jakarta dengan waktu yang cukup singkat.

“Wisatawan nusantara biasanya bukan pertama kali datang, untuk wisatawan mancanegara 79% yang pertama kali. Lama kunjungan wisatawan di Jakarta dua hari,” jelas Trisno. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *