oleh

4 Terdakwa Penyedia Sabu-Sabu Divonis 12 Tahun Penjara dan Denda 800 Juta

Jakarta, TribunAsia.com – 4 orang terdakwa penyedia sabu-sabu di vonis 12 tahun penjara dan denda 800 juta di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim). Dalam kesempatan itu, tim Majelis Hakim mempertanyakan ke 4 orang terdakwa tentang putusan yang telah dijatuhkan kepada mereka dan kemudian para terdakwa mengambil sikap pikir-pikir.

Kendati demikian, kata Nanin perkara narkotika jenis sabu-sabu tersebut, ditangani oleh Eka personil Jaksa dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Akan tetapi, dalam putusan saat itu dirinya mewakili dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur akan menentukan banding.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Pikir-pikir banding,” tandas Nanindia, SH ,Selasa (8/1/2019).

Barita Sinaga, SH.,MH selaku Ketua Majelis Hakim usai menjatuhkan hukuman lalu mengarahkan pertanyaan kepada penutut umum (JPU) untuk memaparkan sikap atas keputusan pengadilan.

“Penutut umum bagaimana,” tanya majelis hakim.

Dikatakan Nanin perkara narkotika jenis sabu-sabu tersebut, ditangani oleh Eka yang tak lain personil Jaksa dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Akan tetapi, dalam putusan saat itu dirinya mewakili dari Kejaksaan Negeri Jakarta Timur akan menentukan banding.

“Jaksanya itu Bu Eka dari Kejati,” ujarnya JPU Kejari Jaktim kepada TribunAsia.com.

Selain itu, M Rifa’i, SH sebagai Kuasa Hukum dari terdakwa Musleh, Nurhasanah, Ivone dan Hamidah mengatakan, klienya dituntut JPU selaku pengedar. Tetapi, kata dia terkait persidangan, Kuasa Hukum sepakat dengan Majelis Hakim karena Majelis Hakim menilai barang-bukti sabu-sabu tidak jelas lokasi dan tujuan pengiriman.

“Jadi keempat orang tersebut dituntut penuntut umum (JPU) sebagai pengedar saya sepakat dengan majelis hakim karena majelis menganggap bahwa tidak ada tujuan sabu-sabu itu diantarkan kemana. Maka, saya sepakat dia hanya menyediakan saja itu terdapat dalam unsur pasal 112,” beber kuasa hukum.

Lebih jauh, Kuasa Hukum menyampaikan, dari 5 orang terdakwa, 4 orang diantaranya didampingi olehnya. Pasal 114 menurut Rifa’i tidak terbukti ditujukan kepada terdakwa Musleh, Nurhasanah, Ivone dan Hamidah.

Meski demikian, keempat terdakwa itu diperintahkan oleh pemilik sabu-sabu dari Pontianak dan peran Musleh menyuruh Nurhasanah, Ivone dan Hamidah. Salah seorang terdakwa yang bebas dalam kasus narkotika ini diketahui Said yang divonis Bebas oleh PN Jaktim.

“Jadi mereka-mereka cuma disuruh oleh Kacong itu pemilik sabu-sabu itu dari Pontianak kemudian Si Musleh menyuruh Nurhasanah dan kawan-kawan. Kemudian, Kacong juga menyuruh Emad dan Said (vonis bebas),” ungkapnya.

Dipaparkan lagi, terdakwa yang pertama kali ditangkap petugas kepolisian yaitu Emad yang rencananya hendak mengantar barang haram tersebut ke Said dan rentetan itulah kemudian petugas menangkap kembali Nurhasanah berserta terdakwa lainnya di Bandara Pontianak. Untuk terdakwa Said dan Emad ditangkap di Jakarta Timur.

“Pertama ditangkap Emad yang hendak mengantar kan sabu ke Said. Said ditangkap. Polisi melakukan pengembangan, lalu menangkap Nurhasanah dan kawan kawan di Bandara Pontianak. Setelah menangkap Nurhasanah dan kawan-kawan, polisi menangkap Musleh. Emad ditangkap dibuaran Jaktim dan Said,” jelasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *