oleh

Lepas Sambut Kapolres Jaktim Dilaksanakan di Gedung Sasono TMII

Jakarta, TribunAsia.com – Lepas sambut Kapolres Metro Jaktim dari Kombes Pol Y Tony Surya Putra SIK, MH kepada Kombes Pol Ady Wibowo SIK, M.Si dilaksanakan di Gedung Sasono TMII, Jakarta Timur. Dalam sambutannya, Tony menyampaikan selama 1 tahun 6 bulan dia menjabat sebagai Kapolres Jaktim tak lepas dari peran serta forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda), rekan-rekan TNI dan didukung pemuka agama.

“Saya menjabat Kapolres 1 tahun 6 bulan, alhamdulillah berkat dukungan Forkompinda dan rekan-rekan TNI dan didukung alim ulama alhamdulillah aman dan kondusif zero insiden dalam dua kali (hari besar Natal),” kata Tony, Jum’at malam (4/1/2019).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Saat pisah sambut, Tony akan menempati posisi baru di Ditreskrimum Polda DIY dan meminta maaf atas kekhilafan selama bertugas menjadi Kapolres Jaktim. Tony turut mengatakan, kepada tamu undangan terkait informasi hoaks setidaknya masyarakat dapat memilih isi informasi dari media sosial yang dapat menyejukkan hati.

“Tentunya selama saya menjabat Kapolres Jakarta Timur tentunya tidak luput dari salah dan khilaf kepada alim ulama bila saya diundang tidak hadir saya mohon maaf dan kepada Allah saya minta ampun. Namun perkembangan saat ini banyak situasi banyak masyarakat menerima kabar bohong hoaks baik medsos maupun media-media sosial harus kita waspadai. Tetpi isinya menyejukan yakinkan yang menyejukan. Saya bertugas di Direktorat Krimum di Polda DIY,” ujarnya.

Kemudian, dia memampar kembali menjelang tahun politik yang mana akan dilaksanakan pesta demokrasi pada bulan April 2019 bukan peristiwa yang menakutkan. Diharapkan, masyarakat dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa agar terhindar dari peperangan, kata dia seperti terjadi di negara Timur Tengah.

“Kerukunan NKRI indikator kerukunan antar umat beragama. Tadi disampaikan bulan April pileg pesta demokrasi bukan senang-senang bukan peristiwa yang menakutkan. Jangan sampai negara kita perang saudara seperti Iran dan Irak kalo alim ulama tidak bersatu,” pesan mantan Kapolres Jaktim.

Namun, Ady Wibowo, SIK., Msi yang kini baru menjabat Kapolres Jaktim memperkenalkan diri yang berasal dari Pemalang, Jawa Tengah beserta isteri dan ketiga putranya. Kata Ady, dengan kedatangannya diharapkan dapat diterima oleh masyarakat terutama di Jakarta Timur.

“Pada malam berbahagia ini kita bisa hadir dalam pisah sambut Kapolres Jakarta Timur. Kami dalam sebentar bisa bersenda gurau berguyon. Izinkan nama saya Ady Wibowo saya orang Pemalang mantan pacar orang Malang. (Putranya) yang pertama Dimas, Galih, dan Panji. Dalam kesempatan ini kami lulus 95 kami pertama kali ditempatkan di Polda Metro Jaya. Setelah PTIK kami pindah ke Riau. Dan kami Sespim di Lembang (Bandung) kami kurang lebih 7 tahun di Jawa Timur,” jelasnya.

Mantan Kepala SPN Lido Bogor Jawa Barat itu juga mengatakan, di wilayah Jakarta Timur tempat para ulama setidaknya dapat menyebarkan ketenangan dimasyarakat. Tentang tugas pokoknya, Ady optimis dapat merangkul hati masyarakat dan sebagainya polisi dapat menciptakan keamanan serta ketertiban masyarakat.

“Kami kepala SPN Lido dan kami kesini Polres Jaktim tentunya kami diterima sebagai sahabat, sedulur di Jakarta Timur. Saya merasa tenang disini tempat habib beliau penyebar ketenangan mudah-mudahan kami sebagai polisi menjaga kantibmas merangkul hati insaalah sampai kiamat,” ucapnya.

Dipenghujung pisah sambut dia mengutarakan kepada mantan Kapolres Jaktim, kata Ady, pendahulunya adalah bagian dari pahlawan yang ditujukan kepada Kombes Pol Tony Surya Putra SIK, MH. Terlebih, menurut dia kekuatan institusi Polri berada pada masyarakat.

“Pendahulu ku adalah pahlawan ku terimakasih mas Toni di Jogyakarta dimudahkan jangan lupakan kami. Saya penggantinya beliau Kapolresnya. Kami menitipkan diri Polri kekuatannya dimasyarakat lebih kurangnya minta maaf,” tandasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *