oleh

Komitmen Islam Toleran, MCM Gelar Jumat Keliling

Jakarta, TribunAsia.com – Masyarakat Cinta Mesjid (MCM) menggelar agenda Jumat Keliling, acara Jumat keliling diisi dengan dialog dan sholat Jumat bersama, kali ini kegiatan dilaksanakan di Mesjid Al Makmur, Jalan Kahfi I Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Jumat (4/1). MCM sendiri bermarkas di Kompleks Mesjid Cut Meutia, Menteng, Jakarta Pusat.

Dalam keterangan tertulis yang diterima TribunAsia.com, Sabtu (5/1), Ketua Umum MCM Wisnu Dewanto menekankan perlunya mengembalikan peran dan fungsi Mesjid sebagai wadah pendidikan umat, termasuk memahamkan nilai toleransi dalam Islam.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Kehadiran MCM ini dalam rangka mengembalikan fungsi dan peran Mesjid yang utama yakni sebagai wadah pendidikan umat, mempersatukan dan mengembangkan potensi ekonomi masyarakat sehingga umat bisa merasakan manfaat perbaikan ekonomi khususnya masyarakat di sekitar Mesjid, Mesjid harus bebas dari paham intoleransi dan nilai-nilai yang bertentangan dengan Pancasila sebagai konsensus bangsa” jelasnya.

Acara semakin meriah dengan kehadiran Budi Sumadi, Menteri Perhubungan yang juga sekaligus pembina MCM. Dalam sesi dialog Budi Sumadi menerangkan peran pemerintah di tengah masyarakat.

“Inilah sejatinya yang dilakukan untuk menyampaikan pesan pemerintah, hadir di tengah masyarakat sebagai pelayan demi mewujudkan bangsa yang adil dan bermartabat” ucapnya.

Beberapa pejabat dan tokoh nampak hadir dalam kegiatan ini, mereka diantaranya Walikota Jakarta Selatan, Camat, Babinsa dan Lurah setempat. Dalam kesempatan ini Walikota menyerahkan langsung bantuan berupa paket Al Quran untuk tuna netra.

Tampil sebagai khatib sholat Jumat, Gus Miftah, dai milenial yang dikenal nyentrik, dalam khutbahnya dia menyampaikan pesan penting agar umat tidak terjebak dalam suasana saling berbantahan dan bermusuhan.

“Dulu Nabi Musa pernah melakukan sholat istisqoh meminta hujan kepada Allah, namun Allah mengingatkan Musa bagimana mungkin permintaan hujan bisa dikabulkan bila umatmu (umat Nabi Musa) masih saling berbantahan, saling hujat, tidak ada perdamaian diantara sesama mereka. Ini pelajaran penting yang bisa diambil menyikapi suasana terkini bangsa kita, mari mengedepankan perdamaian dan kasih sayang agar terhindar dari bencana” urainya. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *