oleh

Bisnis Laundry Banyak Gulung Tikar

Jakarta, TribunAsia.com – Dari permukaan nampak usaha laundry termasuk bisnis menjanjikan, pelanggan terlihat tidak akan pernah sepi, terlebih mengamati kebiasaan hidup masyarakat perkotaan yang serba instan termasuk urusan cuci pakaian, karena tuntutan pekerjaan yang banyak menyita waktu, banyak dari mereka lebih suka mengirim pakaian kotor ke tempat laundry, akan tetapi angan ideal tersebut tidak sesuai fakta, kenyataan berkata lain, banyak bisnis laundry justru bangkrut.

Berdasarkan pantauan TribunAsia.com pada beberapa titik di wilayah Senen, dijumpai banyak bisnis laundry yang sudah tutup.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Penyebab tutupnya beragam, mulai dari semakin ketatnya persaingan karena semakin banyak orang yang membuka bisnis laundry, hingga keuntungan yang dinilai tidak setara dengan pengeluaran.

Sudi, salah seorang yang pernah bergerak dalam bisnis laundry menuturkan pengalamannya.

“Disini sudah tutup mas, sekarang udah semakin banyak sih yang buka usaha laundry, jadinya pelanggan juga berkurang” tuturnya.

Masih menurut Sudi, besarnya pengeluaran juga menjadi masalah lain.

“Bisnis Laundry lumayan banyak pengeluarannya, mulai urusan nyuci pakai mesin cuci hingga disetrika rapi pakai pewangi, belum lagi listriknya, kalau semuanya ngga ketutup ya rugi kita” jelasnya.

Dari perbincangan dengan Sudi diketahui banyak tempat laundry meski sudah tutup tetapi papan nama masih terpasang.

“Banyak tinggal plang nama doang mas, tapi sebenarnya sudah tidak beroperasi” imbuhnya. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *