oleh

Lakalantas Toyota Kijang dan Bajaj yang Ringsek di Buaran Akan Diderek Petugas Sudinhub Jaktim

Jakarta, TribunAsia.com – Kecelakaan lalulintas yang melibatkan Toyota Kijang dan Bajaj berbahan bakar gas yang ringsek di Buaran akan diderek Petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur (Sudinhub Jaktim). Triyadi personil Sudinhub Jaktim, Kecamatan Duren Sawit menjelaskan, atas kejadian tabrakan di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Buaran, Jakarta Timur pihaknya telah berkoordinasi dengan tim derek untuk mengangkut kendaraan tersebut dan diamankan sementara agar tidak menggangu pengguna jalan.

Dia berharap, permasalahan tabrakan itu dapat diselesaikan dikantor dan korban kecelakaan kedua belah pihak telah mendapatkan perawatan medis di RS Islam Pondok Kopi.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Kalau kamu mau diselesaikan dikantor bisa diderek kekantor. Nggak ini kita singkirkan biar nggak mengganggu jalan. Derek juga ntar lagi dateng,” kata Triyadi bersama personil Sudinhub Kecamatan Duren Sawit lainnya, Rabu (2/1/2019).

Baca Juga : Dihantam Bajaj, Penumpang Kijang Hitam Gagal Pulang ke Jawa

Kata Triyadi, pengemudi Bajaj tiba-tiba menyeruduk Toyota Kijang berwarna hitam yang berisi penumpang satu keluarga dengan tujuan ke Jawa. Atas kejadian tabrakan itu, pengemudi bajaj mengalami patah pada kakinya dan penumpang Kijang luka karena terkena pecahan kaca pintu belakang mobil.

“Sopir bajaj korbannya supir bajaj katanya kakinya patah. Kalau bapak ini anak isterinya kita bawa ke rumah sakit Islam Pondok Kopi,” jelasnya kepada TribunAsia.com.

Menurut Caslam, pengemudi Kijang berwarna hitam mobilnya dihantam secara tiba-tiba dari belakang oleh Bajaj berkelir biru. Dirinya, hendak ke Jawa ingin mengantarkan anaknya setelah menikmati libur sekolah di Jakarta, namun apes dalam perjalanan mengalami kecelakaan dan kini, korban dari supir bajaj termasuk penumpang Kijang harus dilarikan ke RS Islam Pondok Kopi untuk pertolongan darurat.

“Rencana mau ke Jawa nganterin anak sekolah kan liburan disini saya mau ke Jawa sama keluarga, ponakan saya pingsan anak saya kena serbukan kaca yang nabrak bajaj. Anak saya 3 anak ibunya keluarga saya aja. Saya dari Pulo Kambing (Kawasan Pulo Gadung) mau ke Jawa. Ada sekitar jam setengah tiga (14.30 WIB),” terang Caslam.

Caslam mengatakan, sebelum terjadi kecelakaan dirinya sempat berhenti untuk mengecek kondisi mesin mobil ditepi jalan dan sempat membuka kap depan mobil lalu beberapa waktu berikutnya kendaraannya ditabrak Bajaj dengan kondisi kaca belakang pecah melukai penumpang dan pintu rusak cukup parah.

“Kondisi lagi berhenti lampu darurat saya nyalahin saya posisi ngecek mesin. Anak biasa kena kaca kalau anak dikaki. Saya lagi posisi cek mesin didepan pas saya buka kap mobil loncat tiba-tiba bajaj hancur saya mau nanya supir kejepit stang bajaj,” jelas Bapak yang mengalami korban pecahan kaca pada anaknya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *