oleh

Warga Minta Lahan Bekas HGB Jadi Fasum pada Anies Baswedan

Jakarta, TribunAsia.com – Ada harap yang memuncah bagi warga Bidara Cina, Jakarta Timur, di Jalan Otto Iskandardinata 1A, tatkala Gubernur Anies Baswedan buka acara Maulid Rasulullah Muhammad SAW, Sabtu malam (22/12) pekan lalu.

Pasalnya, menjawab aspirasi warga melalui Ketua Panitia Maulid Gus Coi Windu El Hasmary, Anies bakal menjadikan lahan terbuka yang dijadikan tempat acara ini menjadi fasilitas umum dan fasilitas sosial.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Nanti kita realisasikan. Saya minta Wali Kota Jakarta Timur Pak (Muhammad) Anwar dan Pak Camat Jatinegara untuk memeriksa status lahan ini. Bila tidak bersengketa segera kita jadikan fasos-fasum,” ujar Anies yang disambut antusias ratusan warga.

Disebutkan Gus Coi Windu El Hasmary, Pengurus Majelis Talim Bahrululum ini. Selama ini, lapangan berluas sekitar seribuan meter persegi ini digunakan oleh warga RW 01, Bidara Cina, Jatinegara untuk fasilitas perpustakaan Bulir Padi, aktivitas sosial, keagamaan, atau parkiran kendaraan.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan saat di acara Maulid Akbar serta Milad Ke-3, Majelis Taklim Bahrul Ulum dan Majelis Taklim Annurul Kassyaaf di Bidaracina, Jakarta Timur.

“Lahan ini sudah seharusnya dijadikan fasos-fasum oleh pemprov Jakarta sebab, warga di RW 01 ini sangat membutuhkan ruang terbuka,” jelas Gus Coi, Kamis (27/12/2018).

Senada, mantan Sekretaris RW 01, Ovi mengatakan, lahan seluas seribuan m2 ini sudah sepuluh tahun lepas dari penguasaan sebuah perusahaan ansuransi swasta yang berkantor di Jalan Matraman, Jakarta Timur.

Sebut Ovi, berdasarkan Surat Keputusan Gubenur tahun 1987 yaitu  Gub.Kep.DKI.Jakarta/Ka.Dit.Agraria. tgl. 21-12-1987. No.1.711.2/4068/524/HGB/T/1987. Ganti Rugi/uang wajib/uang penmas. Rp.5.035.024,70,-. Lama Hak 20 tahun. Berakhir Hak Tgl  4-2-2008, maka sudah 10 tahun tanah ini lepas dari pemegang HGB dan kembali ke negara.

“Saya sudah lama memegang bukti ini menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapkannya kepada publik, khususnya warga RW 01. Saya yakin di era Pak Anies, persoalan harapan warga ini dapat kita realisasikan,” kata Ovi.

Ovi dan Gus Coi berharap Walkot Jakarta Timur dapat segera proaktif menjalankan titah Gubernur Anies Baswedan untuk segera menuntaskan status lahan ini.

“Dalam acara itu, Pak Gubernur sudah bilang. Bila status tanah sudah rapi segera dijadikan fasos-fasum. Pemprov siap menjaga demi kepentingan masyarakat,” tegas Ovi.

Gus Coi menambahkan, dari area yang dulunya menjadi kawasan ‘hitam’ sekarang dengan ketekunan dan keguyuban warga sudah menjadi tempat yang baik. Sekitar tahun 1980 – 1990, lahan ini sempat menjadi tempat peredaran dan penjualan narkoba.

“Dulu lahan ini seperti tak bertuan. Makanya sekarang warga manfaatkan untuk kegiatan sosial. Perayaan hari kemerdekaan sampai acara keagamaan kami selenggarakan di sini. Sekarang sudah empat tahun berjalan ada perpustakaan berkerjasama dengan Yayasan Bulir Padi. Bulir Padi juga ada memberikan beasiswa kepada sejumlah anak di SD, SLTP, dan SLTA,” sebutnya. (Hendrik Raseukiy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *