oleh

Ketat Persaingan, Pedagang Warteg Akui Pendapatannya Berkurang

Jakarta, TribunAsia.com – Bisnis makanan dan minuman memasuki fase yang semakin ketat, persaingan antara pedagang semakin tajam, bergerak pada lahan bisnis yang sama menyebabkan persaingan usaha diantara mereka tidak bisa dihindarkan, ini yang dirasakan Wuri, pelaku usaha Warteg yang seharinya mangkal di Rawa Tengah, Senen, Jakarta Pusat.

Saat berbincang bersama TribunAsia.com, pria paruh baya ini menuturkan pasang surut bisnis warteg yang digelutinya.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Kalau soal untung naik turun mas, namun satu tahun belakangan ini menurun” sebutnya, Jumat (28/12).

Sebelas tahun lalu saat Wuri mulai merintis bisnisnya, saingannya masih kurang, masih sedikit penjual makanan dan minuman yang berjualan di sekitar lapak yang ditempati Wuri.

“Sudah sebelas tahun jalankan usaha ini, dulu belum ada penjual makanan yang berjualan dekat sini, keuntungan saat itu lumayanlah” sambungnya.

Seiring berjalannya waktu, semakin banyak pedagang makanan yang membuka lapak di sekitar tempat Wuri, suasana ini menyebabkan pembeli memiliki alternatif lain berbelanja.

“Saat sudah semakin banyak yang jualan, pembeli juga terbagi, tidak semuanya selalu disini lagi” pungkasnya.

Saat ditanya asal usul nama wartegnya, Wuri menjelaskan sebutan “warteg iko” diambil dari nama anaknya, Iko adalah anak pertama Wuri.

“Iko ini nama anak mas, Atikoh dipanggil Iko, anak ada dua mas semuanya cewek” terangnya.

Pria asli Tegal ini tetap berkomitmen melanjutkan bisnisnya di Jakarta walau persaingan semakin ketat, penyebabnya karena ia merasa usaha yang dijalaninya masih merupakan yang paling menjanjikan untuk menghidupi keluarganya.

“Masih tetap di bisnis ini mas, soalnya mau pulang kampung berusaha rasanya belum pas, belum bisa ngasih uang lebih untuk kebutuhan keluarga” imbuhnya. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *