oleh

Proses Penghitungan Suara (SITUNG)

Jakarta, TribunAsia.com – Proses Penghitungan Suara adanya Sistem Informasi Penghitungan (SITUNG) dapat mendorong transparansi proses dan hasil pemilu serta mendorong partisipasi publik dalam mengawasi proses tersebut. Perkembangan teknologi dapat digunakan dan dioptimalkan dengan melakukan scan terhadap formulir C1 yang merupakan sertifikat hasil dan rincian penghitungan perolehan suara di sebuah TPS.

“Kedepan sistim informasi ini dapat diterapkan untuk meminimaliasai kecurangan dan juga memaksimalakan efektifitas waktu,” kata pengamat Pemilu Supardi, Jakarta, Rabu (19/12). Meski demikian, kita memandang KPU perlu lebih dahulu menguatkan sistem pengamanan serta optimalisasi kinerja information technology (IT).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Pasalnya, hal tersebut diperlukan agar potensi adanya serangan-serangan hacker dapat teratasi KPU RI, seharusnya saat ini tengah mengoptimalkan sistem tersebut agar kendala-kendala seperti adanya serangan hacker dapat diantisipasi. Penggunaan Situng merupakan bentuk pertanggungjawaban KPU dalam hal transparansi kepemiluan.

Dengan adanya optimalisasi sistem yang tengah dilakukan dengan menambah kapasitas server dan security cyber, seharusnya diyakini persoalan hacker dapat diatasi. KPU RI selayaknya berkoordinasi dengan Kominfo, Mabes Polri, serta BIN. Jadi di mulai dipelajarinya softwarenya sampai penggunaanya akan selalu bekerjasama dengan lembaga serta instansi terkait

“Kita memandang KPU harus bekerja optimal dalam hal memanfaatkan tekonologi Situng,” kata Supardi. Pasalnya, selain kerap terjadi serangan hacker, sistem Situng pun juga menjadi salah satu poin dalam melihat legitimasi perolehan suara dalam kontestasi pemilu khusuya dalam konteks peserta pemilu

“Karena soal legitimasi hasil pemilu itu juga dilihat dari Situng, jangan sampe di periode ini hal itu tidak bekerja sehingga malah kenanya ke parpol (peserta pemilu)”. Selain menggunakan Situng, kita mengusulkan KPU melakukan seluruh proses rekap dengan direkam kamera CCTV yang terhubung ke setiap kantor KPU.

“Jadi ada kamera contohnya bisa di depan kmudian masuk terekam melalui internet,  masuk ke hasil rekapitulasi  seluruh proses berikut dan rekap berjalan online dan offline. Kemudian data langsung di input di seluruh perangkat dan hasil rekap bisa dikonsumsi oleh publik,”. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *