oleh

Dakwaan Pemakai Sabu-Sabu di Toilet Dibacakan JPU Saat Sidang di PN Jaktim

Jakarta, TribunAsia.com – Dakwaan pemakai sabu-sabu dibacakan Jakasa Penutut Umum (JPU) di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Diketahui, Tri Wahyu, SH duduk selaku penutup umum membacakan dakwaan kepada terdakwa Abdul Aziz yang kedapatan mengkonsumsi sabu-sabu di kediamannya pada bulan Oktober 2018.

Kata Tri, dihadapan Majelis Hakim mempertanyakan, perihal seputar penangkapan dan sumber barang haram tersebut diperoleh dari tangan terdakwa.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Dirumah terdakwa menguasai sabu-sabu, saudara saksi telah memberikan kepada penyidik benar semua ya. Kos-kosan itu milik siapa tetapi terdakwa tinggal disitu,” tanya JPU kepada saksi polisi yang mengkap, Selasa (18/12/2018).

“Siap ,” jawab saksi Harun Raharjan.

Barang bukti narkotika golongan 1 itu, diperoleh terdakwa dari rekan yang baru dikenalnya. Abdul Aziz mengaku mencoba mengkonsumsi sabu-sabu sejak bulan Juni itupun diberikan dari rekannya dan kini, dia ditangkap petugas Polsek Ciracas ketika menggunakan di toilet. Untuk harga paket sabu-sabu terdakwa membeli senilai Rp 800 ribu.

“Mulai makai bulan Juni. Ya karena dikasih temen (awalnya). 800 ribu ke dia langsung,” kata terdakwa.

Agenda dakwaan dipimpin Ketua Majelis Hakim M Sirad, SH.,MH dengan didampingi Hakim anggota RR Endah, SH dan Sutikna, SH.,MH.

Selain itu, M Sirad meminta untuk dijelaskan kepada terdakwa Abdul Aziz terkait penangkapan yang dilakukan anggota polisi di rumahnya dan kristal bening itu diletakkan diatas kulkas sesuai dengan keterangan polisi yang menjadi saksi.

“Terdakwa dapat dari mana sabu-sabunya, sudah berapa lama. Saudara ceritakan ya pada malam itu dimasuki anggota Polri,” papar majelis.

Namun, saksi-saksi dari polisi menambahkan saat persidangan ketika pengkapan disaksikan oleh anak dan isteri terdakwa pada saat kejadian.

“Dirumah kebetulan ada anak isteri pada saat saya masuk sama teman saya. Ditemukan narkotika jenis sabu-sabu dan ditemukan diatas kulkas. Dikembangkan oleh unit lain,” terang saksi.

Majelis Hakim pun memberikan pertanyaan kembali kepada terdakwa yang tertangkap di toilet ketika mengkonsumsi sabu-sabu di tempat kost dan Majelis meminta dijelaskan pengaruh sabu-sabu setelah dikonsumsi oleh terdakwa Abdul Aziz.

“Berarti saudara sudah biasa kalau tidak nggak mungkin makai ditoilet,” tanya majelis.

Terdakwa yang tidak didampingi Kuasa Hukum mengnuturkan, pengaruh yang dialami ketika menggunakan sabu-sabu mata tidak mudah ngantuk hingga pagi hari. Pengakuan dia, dipersidangan setelah menggunakan sabu-sabu diruang kamar kostnya hanya menonton televisi dan menjelang pagi langsung bergegas menuju lokasi kerja.

“Karena pingin untuk kerja biar nggak kesiangan. Kalau abis make itu nggak tidur paling nonton TV,” ucapnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *