oleh

Yasonna Laoly : Penyumbang HIV Terbesar Pengguna Narkoba

Jakarta, TribunAsia.com – Yasonna Laoly, mengatakan di Lapas Cipinang Jakarta Timur, penyumbang HIV dan AIDS adalah pengguna narkotika dan obat-obatan. Kemudian, Yassona Laoli akan merevisi peraturan terhadap pecandu narkotika yang mana mayoritas dari mereka terkena hukuman diatas 5 tahun sehingga tidak bisa merasakan remisi.

“Salah satu penyumbang terbesar HIV dan Aids adalah narkoba. Karena pemakaian narkotika berkorelasi dengan HIV dan AIDS,” kata Kemenkum dan HAM, Senin (17/12/2018).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Ia berharap ada perbedaan hukuman antara pengguna dan bandar narkotika. Atas hal itu, korban pengguna narkotika setidaknya memperoleh hak untuk direhabilitasi kecuali bandar narkotika dihukum berat. Diharapkan, lembaga pendidikan seperti sekolah dan tokoh masyarakat dapat berperan aktif menekan angka pecandu narkotika.

“Kalau 5 tahun keatas tidak dapat remisi. Saya percaya melalui revisi akan terlihat garis siapa pemakai siapa penjual. Permintaan besar harga naik yaitu perlu pencegahan melalui sekolah-sekolah, orang-orang tua dan pemuka agama. Maka bandar internasional akan memasukan (narkoba) barang-barang ke Indonesia,” tandas Yasonna Laoly.

Kemudian, selain perkara narkotika Kemenkum dan HAM berjanji akan menambah anggaran konsumsi untuk narapidana dari Rp 15 ribu menjadi Rp 20 ribu mendatang saat ini mencapai Rp 1,7 triliun per tahun di Lapas Kelas 1 Cipinang Jakarta Timur.

“Makan saja 1,7 triliun untuk menu sehari-hari 15 ribu. Ini makannya setiap hari 15 ribu nanti akan kami tambah menjadi 20 ribu,” kata Yasonna Laoly.

Pada tahun mendatang, dia mengusulkan akan menaikkan anggaran khusus untuk biaya makan menjadi Rp 20 ribu dan dia juga menjabarkan biaya operasional listrik di Lapas Cipinang menekan biaya Rp 2,5 triliun.

“Ini makannya 15 ribu setiap hari akan ksmi tambah nanti 20 ribu dan listrik 2,5 T (triliun) belum bayar pegawai,” papar Yasonna dalam acara hari Aids sedunia.

Menteri Kesehatan Nila Muluk menyampaikan, pengguna narkotika narapidana yang terdeteksi menderita penyakit menular seperti tuberkolosis (TBC), HIV dan AIDS akan memperoleh pelayanan kesehatan gratis karena pihaknya telah bekerja sama dengan Kemenkum dan HAM.

“Obat diberi secara gratis dilapas ini tugas kita bersama kesadaran ini yang harus kita angkat. Kita berani kita sehat,” jelas Kemenkes.

Ditambahkan Nila, tidak hanya pemakai narkoba akan tetapi perilaku seks bebas juga dapat menyebabkan penyakit menular. Namun kata dia, bagi narapidana yang telah selesai menjalani proses hukum dilembaga pemasyarakatan yang menderita penyakit menular dapat melakukan pemeriksaan dan pengobatan di Puskesmas terdekat. Saat ini, mencapai estimasi 600 ribu lebih narapidana mengalami penyakit menular.

“Iya begini kalau dia keluar dia bisa minta (berobat) ke puskesmas bayangin loh seumur hidup loh. 601 ribu estimasi diketemukan, tetapi fenomena gunung es itu. Kalau kita pemakai narkoba termasuk perilaku seksual lebih mudah lagi tertular,” ujar Menkes. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *