oleh

Oknum Petugas Bantu Pelarian Tahanan, Kabaghumas Dirjen Pas: Pelakunya Oknum Petugas Wanita dan Belum Diketahui Motifnya

Jakarta, TribunAsia.com – Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kabaghumas Ditjenpas), Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia menyampaikan, di Kantor Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Cipinang Jakarta Timur perihal pelarian Narapidana narkotika.

Kata Ade Kusmanto, pihaknya telah menyerahkan kepada penanganan proses hukum ke Polda Metro Jaya. Diketahui, Yuhanita (39) oknum Tata Usaha (TU) Rumah Tahanan Kelas 1 Cipinang berhasil meloloskan tahanan narkotika dengan iming-iming (imbalan) kepada oknum petugas. Muhammad Said Harahap bin Muhammad Hasyim Harahap dijerat dengan Pasal 114 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Dirutan kelas satu Cipinang itu akibat oknum sudah kita serahkan kepolda. Yaitu (imbalan) sedang didalami yang jelas kasus narkoba. Namanya Muhammad Said Harapan bin Muhammad Hasyim Harahap kelahiran Medan tinggalnya di jalan Karya di Medan Barat Sum Utara, pasal 114 UU RI Nomor 35 tahun 2009 di PN Jakarta Utara,” jelas Ade Kabaghumas dan Protokoler Ditjenpas kepada TribunAsia.com, Selasa (18/12/2018).

Menurut dia, warga binaan yang disidangkan di PN Jakut melarikan diri atas bantuan oknum petugas wanita. Untuk sementara, pelarian tahanan  narkotika dilakukan secara tunggal dan belum diketahui keterlibatan oknum lainnya karena masih dalam proses pemeriksaan pihak kepolisian. Terlebih, dia belum mengetahui motif upaya membantu kaburnya Muhammad Said dan menyerahkan sepenuhnya kepada polisi.

“Yang jelas apa motif penyebabnya oknum petugas membantu pelariannya sedang didalami pihak kepolisian. Yang jelas sebagai warga binaan rutan kelas 1 pelakunya seorang wanita kami yang serahkan sementara yang diketahui satu orang. Kami yang nahan kamu yang menyerahkan kekepolisian,” kata dia.

Kemudian, dijelaskan kembali oleh Kabaghumas Ditjenpas, perkara yang melibatkan Muhammad Said terkait narkotika bertempat sidang di PN Jakut dia tidak mengikuti dengan pasti proses hukum tersebut. Akan tetapi, kata Ade tahanan yang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya masih dalam proses pencarian petugas.

“Yang disidangkan saya kurang, ini kurung mengikuti perkaranya. Kami yang menahan dan menyerahkan kepolda. Saat ini dilakukan satu orang oknum yang jelas pihak rutan kelas 1 telah memeriksa dia mengakuinya,” tandas Ade. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *