oleh

Penghuni Rusun Perumnas Klender Protes, Ketua RW : Saya Dipenjara Kalau Ada Salah

Jakarta, TribunAsia.com – Minggu malam puluhan warga telah menanti kedatangan ketua RW dikantor sekretariat untuk mempertanyakan perkembangan rencana revitalisasi. Mayoritas mereka menolak keras atas persetujuan prinsip penataan kegiatan dalam pemanfaatan beruang atas bidang tanah seluas kurang lebih 100.151 meter persegi yang tertuang pada tanggal, 30 Januari 2018.

Pria berpakaian batik hitam menjelaskan, kedatangan warga ke kantor sekretariat RW 01 memprotes rencana permohonan kegiatan dalam pemanfaatan ruang atas bidang tanah dilingkungan rumah susun Perumnas Klender, Jaktim. Kata Sunardi, bila dia memiliki kesalahan dalam proyek besar itu dirinya siap menanggung resiko bahkan dipenjara.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Dan memprotes ketua RW-nya saya mau ditambah dipenjara kalau ada salah,” jelas ketua RW.

Tolak Revitalisasi Rumah Susun Perumnas Klender penghuni blok rusun yang terletak di Malaka Sari tuntut Sunardi DS turun dari jabatan ketua RW 01.

Menurut, Sunardi DS didepan penghuni rumah susun yang menginginkan dirinya turun dari kursu RW 01. Dia menilai, dari rencana revitalisasi terdapat warga yang menolak dan sebaliknya warga yang setuju melebihi 50 persen.

“Saya Ketua RW kedudukan saya ketua, ada warga yang setuju ada yang tidak setuju capaiannya yang setuju mencapai 50 persen lebih,” ujar Sunardi pada Minggu malam (16/12/2018).

Kegaduhan tidak terelakan bahkan cacian dialamatkan kepada ketua RW 01 terlebih, warga emosi dan meluapkan cacian kepada Sunardi DS. Suara lantang ibu rumah tangga yang menolak keras pembangunan Apartemen komersial ditanah Rusun Perumnas Klender.

“Dia pura-pura bego begini. Seumur hidup gw gw baru liat RW bego seperti ini. Mau dapat duit bagaimana lagi dia penganguran rumah kita dijual,” kata ibu rumah tangga berkebaya krem dikantor RW yang menolak.

Puluhan penghuni rumah susun meminta kepada Sunardi DS selaku RW 01 untuk turun dari jabatan rukun warga (RW) karena tidak mampu independen dan dikatakan warga lebih condong kepada kantor Perumnas Regional III Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender Jakarta Timur.

“Kalau dia orang Perumnas jangan jadi RW, kalau rumah dia dijual silahkan, jangan rumah kita semua (dijual). Ini dia tanda tangan jangan berkelit,” cetus ibu rumah tangga berbaju merah, Minggu (16/12/2018).

Ditambahkan kembali oleh Ibu rumah tangga lainnya, dengan nada emosi dan murka dengan rencana revitalisasi yang akan merubah wajah Rusun Perumnas Klender menjadi Apartemen komersial. Penghuni lain pun ikut terpancing emosi di depan Ketua RW yang berpura-pura tidak tahu perihal tersebut.

“Dia pura-pura bego begini. Seumur hidup gw gw baru liat RW bego seperti ini. Mau dapat duit bagamana lagi dia penganguran rumah kita dijual,” kata ibu rumah tangga berpakaian warna krem.

Durasi kegaduhan di kantor Sekretariat RW 01 mulai pukul 21.00-23.58 dikarenakan, Sunardi DS berpihak kepada pengembangan tanpa transparan kepada penghuni Rusun hingga petugas kepolisian dari Polsek Duren Sawit turun kelokasi.

Bahkan, Inspektur dua (Ipda) Soedharmo mengatakan dikantor sekretariat RW 01, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut di kantor polisi. Kemudian, dia setelah berdialog dengan warga setempat, dia memberikan kesempatan untuk diselesaikan secara musyawarah.

“Kita ke polsek saja sekarang. Klo bgitu dimusyawarahkan saya menunggu diluar,” jelasnya dari satuan Provost, Polsek Duren Sawit, Jaktim. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *