oleh

Menolak Revitalisasi, Penghuni Rusun Perumnas Klender Caci Maki RW 01 Malaka Sari

Jakarta, TribunAsia.com – Penghuni Rumah Susun Hak Milik (Rusunami) Kelurahan Malaka Sari Duren Sawit, Jakarta Timur datangi kantor Sekretariat RW 01 sekitar pukul 21.00 WIB. Sunardi DS selaku ketua RW 01 dinilai telah menyetujui rencana Revitalisasi Rusunami yang mengatasnamakan penghuni rusun.

Padahal, penghuni Rusun Prumanas Klender menolak keras tentang Revitalisasi dan bangunan rusun akan dibongkar lalu dijadikan apartemen komersial. Salah seorang Ibu rumah tangga mengatakan, pada Minggu malam dengan meluapkan emosi dan mencaci Sunardi di kantor sekretariat RW 01 dikarenakan tidak mengetahui rencana Revitalisasi.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Kalau dia orang Perumnas jangan jadi RW, kalau rumah dia dijual silahkan, jangan rumah kita semua. Ini dia tanda tangan jangan berkelit,” cetus ibu rumah tangga berbaju merah, Minggu (16/12/2018).

Kemudian, warga lainnya dengan membawa surat dokumen mempertunjukan kepada Sumardi tentang ikut serta dalam penyetujuan Revitalisasi dan Sang RW tidak berkutik diduga telah memperoleh uang dari pihak Perumnas. Tetapi, Sumardi menjelaskan, bila ada kesalahan dalam proses rencana revitalisasi dirinya siap untuk dipenjara.

“Saya tidak tahu baru ini saya tahu. Ada warga yang setuju ada yang tidak setuju capaiannya yang setuju mencapai 50 persen lebih dan memprotes ketua RW-nya saya mau ditambah dipenjara kalau ada salah,” jawab Sunardi DS sebagai Ketua RW 01 kepada warga.

Sementara, ketua RT 13 menyampaikan dihadapan Sunardi DS selaku Ketua RW 01 harus mampu merangkul warga bukan membawa institusi RW untuk kepentingan pribadi. Ditambahkan, kata dia, banyak keluhan dari warga karena Sunardi berpihak kepada pengembang.

“Saya mempertanyakan Bapak Sumardi, bapak membawa nama RW atau nama pribadi. Tapi kalau bapak atas nama RW bapak harus merangkul warga disini. Bapak terlibat ke RW-an bukan bapak atas nama Sumardi. Saya sudah bilang bapak sudah membawa institusi ke RW-an saya berbicara atas nama RT,” ujar Bilal Ketua RT 13.

Menurut pengurus RT itu, ada pembiaran terkait rencana Revitalisasi dan dalam dokumen yang dia miliki terdapat tanda tangan Pemprov DKI Jakarta.

“Saya atas nama RT 13 warga saya resah dan menangis baik yang setuju atau tidak bahkan ini ada pembiaran, saya tidak ada kata-kata minta maaf. Sekali lagi Gubernur juga terlibat saya punya bukti pak,” sambung ketua RT 13.

Ia turut menambahkan, selain ketua RW 01 yang bertanda tangan dan disebutkan Lurah Malaka Sari ikut menandatangani rencana revitalisasi. Rencananya, esok Senin (17/12) seluruh penghuni Rusun Perumnas Klender akan menggeruduk Kantor Kelurahan Malaka Sari.

“Lurah juga tanda tangan akan saya sekolahkan besok kita geruduk kelurahan,” ujar RT 13.

Ibu rumah berpakaian krem pun mengatakan, dengan nada emosi kepemimpinan RW 01 saat ini dinilai bodoh bukan tanpa alasan karena Sunardi telah menyetujui Revitalisasi untuk memperoleh imbalan.

“Dia pura-pura bego begini. Seumur hidup gw, gw baru liat RW bego seperti ini. Mau dapat duit bagamana lagi dia penganguran rumah kita dijual,” kata ibu rumah tangga berkebaya krem dikantor RW. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *