oleh

Tidak Dapat Perhatian Pemerintah, Ini Curhatan Pengelola PAUD Teratai Indah

Bogor, TribunAsia.com – Kecewa, itu yang dirasakan pengelola PAUD Teratai Indah, secara terbuka mereka mengekspresikan kekecewaan tersebut melalui penuturan tentang kondisi sekolah mereka, perhatian pemerintah dinilai sangat minim terhadap PAUD Taratai Indah.

Lokasi menuju PAUD Teratai Indah terbilang ekstrem, lokasinya tepat berada di Kampung Nyalindung, Desa Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Untuk sampai ke lokasi PAUD harus melewati jalan berbatu dengan medan licin, juga harus menembus hutan, sinyal handphonenya masih sulit, kadang muncul kadang hilang, angkot tidak ada yang bisa sampai ke daerah ini, penduduk sehari-harinyanmenggunakan ojek, paling tidak mereka harus merogoh kocek seratus ribu rupiah untuk keluar dari kampung, situasi ini menjadikan Kampung Nyalindung terisolasi dari dunia luar.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Kepala Sekolah PAUD Teratai Indah, Hawi Roqayah, dalam penuturannya kepada TribunAsia.com menyebut pemerintah desa tidak memiliki kepekaan terhadap kondisi PAUD Teratai Indah.

“Kami akui PAUD Teratai Indah masih tertinggal dalam banyak hal, namun begitu perhatian pemerintah desa tak nampak sama sekali” ucapnya, Sabtu (15/12).

Kepala desa beserta perangkatnya sangat jarang meninjau kondisi PAUD, bahkan walaupun diundang hadir dalam kegiatan sekolah.

“Sudah sering kami undang Ibu Kepala Desa tapi tidak pernah datang, entahlah mereka malas datang karena jalanan menuju kesini susah, tapi itu bukan alasan” tambahnya.

Dukungan serius Pemerintah Desa dalam rangka kemajuan PAUD Teratai Indah tidak terlihat.

“Dukungan tidak ada sama sekali, itu faktanya, kami harus berjuang sendiri memajukan PAUD” tegasnya.

Sejak berdiri pada 2012 lalu, PAUD Teratai Indah awalnya banyak diminati, siswanya bahkan pernah mencapai empat puluh orang, kini jumlahnya menyusut jadi enam belas siswa.

“Dulu ramai, sekarang sudah berkurang, di Kampung ini ada pihak yang sengaja memberikan pemahaman keliru tentang PAUD, dianggapnya PAUD tidak penting” tukasnya.

Hingga berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari pemerintah desa, pihak desa cenderung tidak ingin membincang masalah yang dikeluhkan Kepala Sekolah dan para guru PAUD. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *