oleh

Syaithan Tidak Mampu Menguasai Mereka

TribunAsia.com ­-

Orang-orang yang tergolong kuat melawan godaan syaithan darimana datangnya dan dalam bentuk apa saja, ibarat karang di laut, yang tidak pernah goyah oleh terpaan ombak yang datang bertubi-tubi. Ada tiga ciri-ciri mereka yang sangat kuat melawan godaan syaithan.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

 

PERTAMA:

Mereka yang beriman dan bertawakal (berserah diri) hanya kepada Allah swt saja.  mempersekutukan Allah dengan segala sesuatu selainNya baik dalam bentuk iktikad (keyakinan), ucapan maupun perbuatan. Firman Allah swt:

‎إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُمْ بِهِ مُشْرِكُونَ.

“Sesungguhnya syaitan itu tidak mempunyai kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Rabbnya. Sesungguhnya kekuasaan (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengikutinya sebagai pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.”(QS. Surah An-Nahl, ayat 99-100).

Amalan yang bisa merusak iman seseorang kepada Allah ialah mengunjungi dan mempercayai kata-kata para (dukun), peramal nasib baik dan buruk melalui objek tertentu, meminta hajat kepada selain Allah seperti jin, pohon besar dan sebagainya.

 

KEDUA:

Mereka yang ikhlas kepada Allah s.w.t dalam setiap amal soleh yang dilakukan. Lawan kepada ikhlas ialah riya’ yaitu melakukan sesuatu ibadah demi mengharapkan sanjungan, pujian dan lain-lainnya.  Berkata Iblis laknatullah sebagaimana yang teramaktub di dalam Qur’an Suci:

‎قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلاَّ عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

“(Berkata Iblis): Demi kekuasaanMu, aku akan menyesatkan mereka (manusia) semuanya, kecuali para hambaMu yang mukhlasin (orang orang yang ikhlas)  di antara mereka”.(QS. Surah Shad ayat 82-83).

Di antara tanda-tanda seseorang itub ikhlas kepada Allah, ialah dia tidak berbangga apabila dipuji dan tidak pula takut apabila dibuli. Pujian dan bulian orang tidak akan mempengaruhi kualitas dan kuantitas amalnya, karena yang menjadi tujuannya dalam beribadah ialah Allah, bukan manusia. Oleh itu, dia sentiasa istiqamah (konsisten) dalam beramal soleh, baik secara terang-terangan maupun tersembunyi, ketika dipuji mahupun dibuli.

 

KETIGA:

Mereka yang berpegang teguh kepada ajaran Allah yang diturunkan melalui perantaraan al-Quran dan al-Sunnah Nabi Muhammad saw yang sahih. Firman Allah swt:

‎وَمَن يَعْشُ عَن ذِكْرِ الرَّحْمَنِ نُقَيِّضْ لَهُ شَيْطَانًا فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ

Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran (Allah) Yang Maha Pemurah, Kami adakan baginya syaithan (yang menyesatkan), maka syaithan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya.” (QS. Az Zukhruf : 36).

 

Sabda Nabi s.a.w:

‎تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ

Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara (yang) kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya (iaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.”_* (HR. Al-Hakim).

Wallahu a’lam.

 

Oleh : Mulia Mulyadi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *