oleh

Dilema Pengajaran di PAUD

Bogor, TribunAsia.com – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan sekolah yang khusus diperuntukkan untuk anak usia dini, secara teori PAUD hadir demi memanfaatkan periode emas anak, yakni usia sebelum masuk SD. Dalam usia tersebut anak diarahkan untuk mengasah kreatifitasnya dengan metode belajar sambil bermain, dalam usia ini anak seharusnya belum diajarkan membaca dan menulis karena berpotensi mengurangi kecerdasan kreatif anak, namun pada saat bersamaan orang tua justru menuntut anaknya mahir membaca dan menulis setelah tamat PAUD, disinilah dilema terjadi.

Dilema tersebut juga dialami pihak pengelola PAUD Nurul Fikri, sekolah ini terletak di Kampung Jaura, Kelurahan Pabuaran, Kabupaten Bogor, Kepala Sekolah PAUD Nurul Fikri saat diwawancarai TribunAsia.com mengungkapkan dilema yang dihadapi PAUD yang dikelolanya.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Kita jadi dilematis, secara aturan anak usia dini harusnya belum diajarkan baca tulis, hanya diperkenalkan, namun orang tua siswa justru menjadikan baca tulis sebagai tuntutan utama” ucapnya dengan gamblang, Kamis (13/12).

Masalah utama karena mayoritas orang tua belum memahami tujuan utama PAUD, dianggapnya PAUD posisinya persis sama dengan Taman Kanak-Kanak.

“Masih banyak orang tua yang belum sepenuhnya paham, dikira PAUD persis kayak TK, padahal tidak” terangnya.

Sosialisasi secara intens perlu terus digalakkan kepada orang tua siswa di PAUD, bila tidak selamanya orang tua menuntut PAUD mengajari anaknya baca tulis.

“Perlu terus disampaikan ke warga, bahwa PAUD bukan tempat mengajar anak baca tulis, itu tempatnya di SD, kita hanya memperkenalkan dasar-dasar baca tulis” pungkasnya.

Diakui Dede, para guru PAUD tempat dirinya memimpin, sudah beberapa kali mengajukan protes akibat munculnya pengajaran baca tulis di PAUD.

“Para guru protes, disekolah ini terkadang ada pelajaran baca tulis tapi sangat dibatasi, mereka merasa ada ketidaksesuaian antara teori dan praktik” tukasnya.

Menanggapi hal tersebut, Dede selalu mengajak para guru tetap solid, dia tidak menampik bila pembelajaran baca tulis di PAUD menampakkan inkonsistensi pengelolaan PAUD.

“Dikatakan tidak konsisten mungkin iya tapi ini kenyataan yang kita hadapi” ujarnya.

Pihaknya berharap seiiring berjalannya waktu, dan sosialisasi tanpa henti ke masyarakat, suatu saat warga akan paham bahwa tidak tepat bila menuntut PAUD mengajarkan baca tulis kepada anak usia dini. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *