oleh

Warga Geger ! E-KTP Ditemukan Berserakan Disawah

Jakarta, TribunAsia.com – Warga Pondok Kopi Jakarta Timur digegerkan penemuan kartu tanda penduduk (KTP) elektronik di Jalan Karya Bhakti 3 bertempat di RT 03 RW 3. KTP elektronik nampak berserakan dilokasi dan pertama kali diketemukan oleh anak-anak setara pendidikan sekolah dasar yang sedang bermain dilahan persawahan jenis bayam dan kangkung.

Saiman warga setempat mengatakan, jumlah pasti kepingan KTP yang berada didalam karung dan disekitar sawah tidak diketahui dengan pasti nominal tersebut.
Akan tetapi, sepengetahuan dia yang tinggal di RT 3 dan tidak jauh dari tempat pembuangan KTP itu, baru diketahui pada siang hari saat bocah kecil memiliki kepingan KTP elektronik tercetak data alamat warga Pondok Kelapa Duren Sawit Jakarta Timur

“Nggak tau nominalnya berapa. Ada yang liat dibuat main anak-anak, saya dari pagi disini nggak liat jam duaan (14.00 WIB),” kata Saiman kepada TribunAsia.com, Sabtu (8/12/2018).

Kata pria berkaos biru, penemuan KTP elektronik disekitar tempat tinggalnya terbungkus karung. Untuk yang pertama kali diketemukan warga telah diserahkan kepada Polsek Duren Sawit diperkirakan mencapai 500 keping. Kemudian, penemuan KTP elektronik berikutnya terdapat didalam plastik dan tercecer disekitar lahan persawahan diketemukan oleh bocah kecil.
“Ada dua kali pembuangan yg pertama satu karung yg kedua kantong plastik kresek setelah diangkat karungnya diamankan anak-anak. (alamat warga) Kelurahan pondok kelapa 500 lebih,” tambahnya.
Ditambahkan Sudadi, sejak Sabtu pagi tidak melihat pelaku pembunangan KTP didampingi rumahnya itu dan dia menyampaikan, sekitar pukul 11.00 WIB kondisi disekitar persawahan nyaris sepi diduga pada waktu sepi KTP elektronik itu dibuang bebas. Warga setempat pun menuturkan hal yang serupa, bahkan kata dia masa berlaku KTP itu tahun 2018 dan 2019.
“Dari pagi nggak liat, padahal warung saya jam 11.00 sepi. Pas sepinya baru (dibuang). Yang belakangan memang saya yang ngumpulin sampai beratnya tak angkat jebol plastiknya mayoritas (identitas) warga Pondok Kelapa,” jelas Dadi.

Selain itu, Ketua Rukun Tetangga 03 RW 3 tidak mengetahui perihal penemuan KTP yang tak bertuan itu dan dirinya dapat informasi dari ibu-ibu rumah tangga yang sedang arisan. Menurut Siswadi, KTP yang terlantar di sawah itu bukan milik warganya karena, kata dia bila ada KTP yang telah tercetak akan didistribusikan kewarga setempat.
“Saya juga nggak tau saya tau dari Ibu-ibu yang arisan penemuan KTP sekarung. Jadi saya rajin ambil bukan KTP sini kalau RT nggak datang RW yang ngambil,” singkat Siswadi, S.Ag. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *