oleh

Pertambangan Rusak Lingkungan Warga, Aliansi Petani Semingkir Geruduk Istana

Jakarta, TribunAsia.com – Para petani Desa Semingkir beramai-ramai menggelar demo depan Istana Negara, aksi yang mereka lakukan dalam rangka menuntut pemerintah agar turun tangan menghentikan aktivitas pertambangan di Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang.

“Tutup dan berhentikan secara permanen aktivitas pertambangan” tegas Rizki Khaeril Amin, pencetus gerakan aksi, Selasa (11/12).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Akibat galian tambang tersebut, Sungai Comal yang merupakan akses utama sumber irigasi menjadi rusak bahkan porak-poranda, terlebih penggaliam menggunakan alat berat lebih dari 5 unit. Lahan pertanian rusak, bahkan jalan milik petani pun tergerus oleh kendaraan pengangkut material galian.

Para petani juga menuntut sekaligus mendesak agar penambang bertanggungjawab penuh atas kerusakan yang terjadi.

“Penambang harus bertanggungjawab atas kerusakan parah yang terjadi” sambungnya.

Lebih tegas massa aksi menyerukan agar penambang diproses secara hukum.

“Mereka (penambang) harus diproses hukum atas perbuatannya yang sewenang-wenang tanpa mengindahkan hak hidup masyarakat” imbuhnya.

“Pemerintah wajib di garda terdepan memproses perusak lingkungan sesuai hukum yang berlaku” tukasnya.

Terakhir Aliansi Petani menegaskan semua pihak harus ambil bagian dalam upaya pelestarian lingkungan, khususnya di Desa Semingkir, Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *