oleh

Kasus Dugaan Anggota DPRI Keroyok Warga, Polisi Minta Keterangan Saksi Ahli

Jakarta, TribunAsia.com – Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya memanggil ahli pidana Chairul Huda sebagai saksi ahli dalam kasus dugaan pengeroyokan yang melibatkan anggota DPR RI, Herman Hery.

“Saya oleh penyidik dimintai pendapat tentang pengertian unsur-unsur dalam Pasal 170 KUHP. Pasal 170 KUHP itu kan, dikenal masyarakat dengan pasal pengeroyokan, seperti apa syarat-syarat dan unsur-unsurnya itu yang jelaskan,” ujar Chairul di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (11/12).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Sebut Chairul, penyidik juga memaparkan ilustrasi peristiwa tersebut dan apakah peristiwa itu  masuk dalam pasal pengeroyokan atau tidak.

Untuk kasus dugaan pada Herman Heri ini jadi tersangka, penyidik harus melakukan gelar perkara, sebelum memutuskan status tersangka.

“Setelah dilakukan gelar perkara,  nanti baru ketahuan apakah Herman Heri dapat dijadikan tersangka atau tidak. Namun sebelum itu, penyidik juga harus mendalami keterangan saksi dan mengumpulkan sejumlah alat bukti. Salah satu bukti itu keterangan ahli, jadi keterangan saya itu adalah sebagai bukti, iya. Untuk menjawab apakah kemudian peristiwa itu masuk kategori, tindak pidana sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal170 KUHP,” jelasnya.

Chairul mengakui, bahwa penyidik sangat berhati-hati dalam menangani kasus ini. Pasalnya, selain memanggil korban saksi pelapor  dari pihak Ronny Yuniarto Kosasih, penyidik juga meminta keterangan dari pihak Herman Hery.

“Jadi tentu orang dari terlapor atau jadi tersangka ya berhak untuk menentukan alibinya. Tapi bukan halangan penyidik untuk menyimpulkan, apakah peristiwa pidana tersebut sudah ada,” katanya.

 

Heri sebagai Anggota DPR

Menurut Chairul, proses pemanggilan Herman Hery berbeda dengan pemanggilan terlapor lainnya. Karena status Herman Beri  sebagai anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan.

“Sda proses administrasi khusus sebelum pemanggilah Herman Heri. Tapi saksi-saksi dari beliau itu juga banyak yang sudah diperiksa, ya ada beberapa saksi,” katanya.

Saat dikonfirmasi, kuasa hukum Ronny, Yanuar Bagus Sasmito membenarkan ada kehadiran saksi ahli hari ini. Menurutnya, kehadiran saksi ahli ini merupakan bagian dari proses penyidikan.

“Berkaitan dengan kasus dugaan pengeroyokan oleh HH selaku anggota Komisi III DPR RI. Perkara ini tetap berjalan terus sesuai proses hukum. Intinya kita minta keadilan, karena sebagai rakyat biasa kita juga butuh keadilan. Kami akan tuntaskan sampai proses hukum berakhir,” paparnya.

Ronny Kosasih Yuniarto melaporkan penganiayaan terhadapnya dan istrinya, Iris Ayuningtyas, yang diduga dilakukan Herman Heri ke polisi. Pengeroyokan yang pelakunya mengendarai Rolls-Royce B 88 NTT itu terjadi di Jalan Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan, 10 Juni 2018 silam. (Hendrik Raseukiy).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *