oleh

Duh, Masa Kampanye Pohon Korban Pemasangan APK

Jakarta, TribunAsia.com – Calon legislatif (Caleg), petahana maupun pendatang baru, di Pemilu 2019 tabiatnya sama saja. Mereka sesukanya memajang dan menempelkan alat peraga kampanye (APK) miliknya. Padahal, sudah ada aturan mainnya. Mereka nekat memasang spanduk di pohon, tiang listrik, stiker di angkutan umum, dan tempat-tempat yang dekat dengan fasilitas publik. “Mereka telah mengabaikan aturan. Padahal, kita sudah beberapa kali menertibkan, dibersihkan, tapi besoknya muncul lagi,”

Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 23 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum Pasal 34 ayat 2 yang menyebutkan bahwa APK seperti spanduk, baliho, dan umbul-umbul dilarang dipasang di tempat ibadah termasuk halaman, rumah sakit atau tempat kesehatan, gedung milik pemerintah, lembaga pendidikan, dan gedung sekolah. Pelanggaran ini, disebabkan terbatasnya lahan yang disediakan untuk pemasangan APK.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Namun, kalau mereka menyadari dan mematuhinya tidak perlu memasang APK di sembarang tempat. Sementara, Bawaslu mengingatkan para sopir angkutan umum agar tidak menerima bujuk rayu dengan imbalan sejumlah uang dari tim sukses yang meminta dipasang bahan kampanye capres/cawapres maupun caleg di kendaraannya.

Selain mencabut stiker di angkot, sebanyak 4 ribu lebih APK berbagai jenis lainnya sudah ditertibkan. Bagi pemilik APK, dipersilakan mengambilnya kembali, tapi jangan dipasang lagi di zona terlarang. Untuk itu, para kontestan diminta mematuhi aturan yang ada. Jika tidak pasti akan di copot. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *