oleh

Ganja 1.434 Kilogram Asal Aceh, Terciduk di Tol Pasar Rebo Disidangkan di PN Jaktim

Jakarta, TribunAsia.com – Ganja seberat 1.434 kilogram dari Aceh diungkap di Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim). Dalam persidangan berjumlah 9 orang terlibat duduk sebagai terdakwa dihadapan Majelis Hakim yang ditangkap anggota kepolisian secara terpisah.

Menurut Bahder Johan, SH bersama Ainul Yaqin, SH kelima terdakwa diantaranya M Yani, Ade Kurniawan, Jakaria Maulana, Adami dan Ilham Saputra didampingi dalam persidangan terbuka di PN Jaktim.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Dijelaskan, kata Tim Penasehat Hukum 4 orang terdakwa lainnya telah didampingi Kuasa Hukum dalam agenda pembacaan dakwaan diruang sidang.

“Terdakwa ada 9 orang yang kita dampingi Muhammad Yani bin Hasbi Daud, Aden Kurniawan, Jakaria Maulana alias Jakil bin Amir, Adami alias Adam bin Musa dan Ilham Saputra alias Bibir bin Ahmad HM Idris. Yang didampingi tadi 5 orang dan 4 ada penasehat hukum lainnya,” ujar Bahder Johan kepada TribunAsia.com, Senin (10/12/2018).

Kemudian, dia menyampaikan terdakwa membawa 1.434 kilogram ganja dari Aceh dengan menggunakan kendaraan truk Fuso bermuatan ikan asin ke Jakarta pada tanggal 23 Juli 2018. Muhammad Yani selaku supir mendapatkan imbalan sebesar Rp 75 juta untuk jasa pengiriman. Kesembilan orang itu ditangkap sesampai di pintu tol Pasar Rebo, Kampung Rambutan, Jakarta Timur. Dari kendaraan mereka, petugas Polda Metro Jaya mengamankan 40 karung yang berisi ganja.

“Pada Senin 23 Juli 2018 sekira pukul 14.20 Wib, Yani bersama Rinaldi mengendarai truk Fuso milik terdakwa Abdulah Muhammad yang berisi 40 karung narkotika jenis ganja dengan berat bruto 1.434 kilogram. Sampai di pintu tol Pasar Rebo 2, Kelurahan Kampung Rambutan, Kecamatan Ciracas Jakarta Timur ditangkap oleh petugas Kepolisian Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya,” papar Bahder Johan dan Ainul Yaqin.

Kini terdakwa yang membawa ganja asal Bireuen Aceh dengan cara ditumpuk ikan asin didalam truk harus mempertanggung jawabkan perbuatannya di meja hijau. Perlu diketahui, Hamzah pemilik ganja dengan berat ribuan kilogram tercatat dikepolisian daftar pencarian orang (DPO).

Adapun pasal yang dijerat terkait barang bukti ganja dikenakan pasal 114 primer junto pasal 132 subsider pasal 111ayat 2 junto pasal 132 dan lebih subsider pasal 115 ayat 2.

“Ganja berasal dari Bireuen Aceh, dengan muatan ikan asin yg menuju ke Jakarta. 1unit truk Fuso dan 40 karung ganja. Barang tersebut milik Hamzah sampai sekarang DPO,” tandasnya.

Dalam persidangan narkotika dengan jenis ganja dipimpin Ketua Majelis Hakim Nun Suhaini, SH.,MHum dengan didampingi Hakim anggota Dwi Dayanto, SH,.MH dan Antonius Simbolon, SH,.MH.

Sumardi, SH sebagai Jaksa Penuntut Umum (JPU) membahkakan, terdakwa ditangkap pihak kepolisian secara terpisah dan berbagai daerah. Bahkan, ada yang mengendalikan barang haram tersebut dibalik lembaga pemasyarakatan.

“Yang ditangkap 2 orang dicengkareng, 2 Depok 2 dan yang 3 di LP. Ditangkap berbeda M Yani Renaldi terus dikerjakan Abdulah Muhammad sama Salimin dikejar lagi Aden Kurniawan dan Royani dan ditangkaplah di Lampung Adami, Ilham dan Jakaria dijemput di Cirebon,” ungkapnya.

Persidangan akan dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi tanggal 3 Januari 2019 dan 17 Januari 2019. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *