oleh

Jadi Mainan Bocah Hingga Berujung Misteri Pembuangan E-KTP di Kebon Kangkung

Jakarta, TribunAsia.com – KTP elektronik yang berserakan disawah kangkung Jalan Karya Bhakti 3 yang dibuang orang tak dikenal berdomisili di Pondok Kelapa Jakarta Timur. Kata pria berkaos biru, penemuan KTP elektronik disekitar tempat tinggalnya terbungkus karung. KTP elektronik pertama kali diketemukan oleh anak-anak setara pendidikan sekolah dasar yang sedang bermain dilahan persawahan jenis bayam dan kangkung.

Atas penemuan KTP elektronik yang terdapat didalam karung, telah diserahkan warga kepihak kepolisian setempat yang berada di Polsek Duren Sawit Jakarta Timur. Kemudian, penemuan KTP elektronik berikutnya terdapat didalam plastik dan tercecer disekitar lahan persawahan diketemukan oleh bocah kecil.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Ada dua kali pembuangan yang pertama satu karung yang kedua kantong plastik kresek setelah diangkat karungnya diamankan anak-anak. (Alamat warga) Kelurahan Pondok Kelapa,” ujar Saiman, Sabtu (8/12/2018).

Akan tetapi, sepengetahuan dia yang tinggal di RT 3 dan tidak jauh dari tempat pembuangan KTP itu, baru diketahui pada siang hari saat bocah kecil memiliki kepingan KTP elektronik tercetak data alamat warga Pondok Kelapa Duren Sawit Jakarta Timur.

“Nggak tau nominalnya berapa. Ada yang liat dibuat main anak-anak, saya dari pagi disini nggak liat jam duaan (14.00 WIB),” kata Saiman kepada TribunAsia.com, Sabtu (8/12/2018).

Ketua Rukun Tetangga 03 RW 3 menjelaskan,  tidak mengetahui secara pasti penemuan KTP tak bertuan itu dan dirinya dapat informasi dari ibu-ibu rumah tangga yang sedang arisan. Menurut Siswadi, KTP yang terlantar di sawah itu bukan milik warganya karena, kata dia bila ada KTP yang telah tercetak akan didistribusikan kewarga setempat.

“Saya juga nggak tau saya tau dari Ibu ibu yang arisan penemuan KTP sekarung. Jadi saya rajin ambil bukan KTP sini kalau RT nggak datang RW yang ngambil,” singkat Siswadi, S.Ag kepada TribunAsia.com.

Menurut pedagang kelontong dilokasi itu mengatakan, sejak Sabtu pagi tidak melihat pelaku pembuangan KTP disamping rumahnya itu. Lalu Sudadi menyampaikan, sekitar pukul 11.00 WIB kondisi disekitar persawahan nyaris sepi diduga pada waktu sepi KTP elektronik itu dibuang bebas. Warga setempat pun menuturkan hal yang serupa, bahkan kata dia masa berlaku KTP itu tahun 2018 dan 2019.

“Dari pagi nggak liat, padahal warung saya jam 11.00 sepi. Pas sepinya baru (dibuang). Yang belakangan memang saya yang ngumpulin sampai beratnya tak angkat jebol plastiknya mayoritas (identitas) warga Pondok Kelapa,” jelas Dadi. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *