oleh

Terlalu Rindu Ingin Punya Anak, Pasangan Suami Istri Putuskan Adopsi

Jakarta, TribunAsia.com – Bagi seorang yang sudah berstatus suami atau istri, kerinduan terhadap hadirnya buah hati adalah hal lumrah, bahkan tidak berlebihan bila kerinduan tersebut dihukumi sebagai hal yang wajib, mereka yang telah berstatus suami istri namu tidak merindukan kehadiran buah hati berarti ada yang keliru dari cara pandangnya.

Kerinduan membuncah akan hadirnya buah hati sangat dirasakan oleh Umar (35) dan Rosnawati (33). Dalam bincang singkat bersama TribunAsia.com di Kantor KUA Jakarta Selatan keduanya tidak dapat menutupi kerinduan tersebut.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Kalau ditanya jawabannya pasti ingin, bahkan sangat mau” ucap Umar, sang suami yang berkulit putih bersih, Kamis (6/12).

Pengakuan serupa disampaikan Ros, nama panggilan Rosnawati, perempuan dengan badan cukup gemuk ini menyatakan dirinya sejak dulu bermimpi ingin punya anak kandung.

“Dari dulu mimpinya mau punya anak sendiri, dibesarkan berdua sama suami” tukasnya.

Pasangan suami istri ini membeberkan mereka telah melakukan berbagai usaha demi mendapatkan keturunan, akan tetapi usaha tersebut belum berhasil.

“Usaha soal pasti, kita lakukan, saya yakin nanti akan ada waktunya” imbuh Umar.

Beberapa waktu lalu Pasan yang belum dikarunia anak kandung ini mengambil keputusan penting dalam rumahnya tangga mereka, Umar dan Ros sepakat mengadopsi anak dari panti asuhan.

“Kita adopsi, namanya Andi, umurnya lima tahun, ini kesepakatan bersama antara saya dan istri” tukas Umar.

Keduanya berkomitmen akan menjaga dan membesarkan Andi layaknya anak kandung sendiri.

“Kami ingin membersamai pertumbuhannya, merawatnya hingga besar nanti” jelas Umar.

Meskipun telah memiliki anak hasil adopsi, Umar dan Ros yang tinggal di Pangkalan Asem, Senen, Jakarta Pusat tetap berharap suatu waktu mereka dikarunia anak kandung, harapan tersebut tetap mereka simpan hingga sekarang. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *