oleh

Pemilik Ganja Seberat 1260 Gram di Ciracas Diancam Pasal 114 dan 111

Jakarta, TribunAsia.com – Barang bukti ganja seberat 1260 gram disita petugas kepolisian dari tangan terdakwa Mardiansyah Bin Marjuki di Ciracas Jakarta Timur. Dalam persidangan narkotika yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur RR Endah, SH didampingi Hakim anggota Sutikna, SH dan M Sirad, SH,.MH.

Menurut Majelis Hakim Sutikna, SH menyampaikan kepada saksi dari polisi yang hadir dalam persidangan perihal keterangan diponsel tentang percakapan WhatsApp terdakwa Mardiansyah dan Rendi mengenai transaksi barang bukti ganja tersebut.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Pernah baca pesan WhatsApp nya apa hubungannya statusnya apa dia tempat dia pesan Rendi,” kata tim majelis, Kamis (6/12/2018).

Selain itu, disampaikan kembali oleh M Sirad, SH selaku Majelis Hakim kepada saksi ketika proses penangkapan terdakwa ditempat tinggalnya dan dipertanyakan juga saat penggeledahan di rumah terdakwa oleh Majelis tentang keberadaan isteri terdakwa kala itu barang bukti yang disimpan di lemari pakaian.

“Saudara pada saat penggeledahan ada disitu. Dia biasa menjual,” tanya majelis kepada saksi saat penangkapan.

Akan tetapi, saksi turut menjelaskan tentang penangkapan dirumah terdakwa dan barang bukti diketemukan dilempari baju dengan disaksikan langsung oleh istri terdakwa. Saat memberikan keterangan dihadapan Majelis Hakim disebutkan saksi bahwa terdakwa dikatakan sebagai penjual ganja.

“Barang (ganja) tersebar dilemari bajunya. Ada istrinya pada saat penggerebekan. Menjual yang mulia,” jelas saksi.

Pemilik ganja seberat 1260 gram itu, akan disidangkan kembali pada kesempatan pekan depan di PN Jaktim setelah mendengarkan saksi atas penangkapan di bilangan Ciracas.

“Saudara bagaimana keterangan petugas. Untuk itu sidang dinyatakan ditutup seminggu lagi,” ucap RR Endah, SH .

Terpisah, dikatakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta tertangkapnya Mardiansyah di Ciracas Jakarta Timur, untuk kejadian penangkapan itu disampaikan kembali pada hari Sabtu, 21 Juli 2018.

“1260 gram barang bukti ganja di Ciracas pada hari Sabtu 21 Juli 2018. Dia sebagai pembeli untuk dijual kembali beli dari Rendi,” terang Nopri, SH kepada TribunAsia.com.

Kemudian diutarakan lagi oleh Nopri, kasus kepemilikan ganja tersebut ditangani JPU Sorta Apriyani, kini dia dalam kesempatan sidang sebagai jaksa pengganti. Atas perbuatan terdakwa Mardiansyah dengan barang buktinya yang tersimpan didalam kemasan berwarna coklat itu akan dikenakan pasal 114 ayat 2 dan 111 ayat 2.  Perbuatan terdakwa Mardiansyah Bin Marjuki sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Jaksanya Sorta Apriyani saya gantiin. Dia beli dari Rendi pasalnya 114 ayat 2 dan 111 ayat 2,” singkatnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *