oleh

Peserta Reuni 212 Merasa Tersinggung dengan Oknum Banser yang Membakar Bendera Tauhid

Jakarta, TribunAsia.com – Peserta reuni 212 merasa tersinggung dengan oknum organisasi masyarakat (ormas) Banser yang melakukan pembakaran atribut bendera tauhid. Atas kejadian itu disampaikan, untuk mencerahkan kalimat tauhid yang dihinakan.

Dikatakan Dwi, bersama barisan aksi massa dari Semarang Jawa Tengah ke silang Monas, mengingatkan kalimat tauhid harus diperjuangkan. Dengan melengkapi diri berbagai atribut rombongan dari luar kota Jakarta itu membentangkan spanduk besar disepanjang jalan Kebon Sirih berkeliling Monas.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Kita perlu kalimat tauhid harus diperjuangkan karena telah dinyatakan kami tersinggung bermula oknum Banser membakar bendera tauhid kita tidak ingin dan mencerahkan kalimat tauhid yang dihinakan,” tegas Dwi dari kota Semarang kepada TribunAsia.com, Minggu (2/12/2018).

Kemudian, Dadi peserta aksi 212 yang datang dari Ciamis Jawa Barat mengatakan dirinya ke Jakarta karena terpanggil untuk membela tauhid. Kata dia, dari kampung ke Monas dengan menumpang sejumlah tiga unit bus yang disewa dengan ongkos pribadi.

“Acara bela tauhid ,shalat subuh bersama. Teman-teman komunitas 212 sekampung dengan 3 bis,” ujarnya.

Lalu dia menambahkan, berkumpul di Ibukota DKI Jakarta tepatnya disilang Monas karena terpanggil untuk membela tauhid. Dengan kesadaran, pria yang kental dengan logat bahasa daerah pasudan itu bersama rombongan hadir dilokasi acara reuni 212 dengan biaya masing-masing.

“Disini bela tauhid nggak mesti diserukan sana sini wajib membela agama ulama kalau di Islam kita disini nggak ada paksaan udah benar dari hati kita. Semua biaya sendiri dari Ciamis kita terpanggil sama Allah SWT,” tambahnya.

Sementara, Zacky bersama rombongan berharap, untuk kedepan tidak ada lagi yang menghina kalimat tauhid karena kata dia bendera tauhid panji Rasul. Disebutkan, dengan kejadian tersebut setidaknya tidak ada lagi kejadian serupa dan siapapun yang menghina kalimat tauhid dan dapat berpikir ulang.

“Mudah-mudahan dengan acara seperti ini orang-orang yang menghina panji Rasul berpikir 1000 kali untuk menghina,” tegas dari Bandung Jawa Barat.

Diperkirakan, menurut Zacky Suratman, dengan menumpang kendaraan bus massa dari Jawa Barat itu hendak mengikuti reuni akbar sejumlah 180 orang. Kedatangannya, dijelaskan kembali bukan tanpa alasan dikarenakan berhubungan kalimat tauhid.

“Berangkat jam malam ikut dalam kegiatan ini kami hadir 3 bis satu desa itu 180 orang. Semua berhubungan dengan bendera tauhid,” jelas koordinasi majelis taklim.

Kemudian, Dadi peserta aksi 212 yang datang dari Ciamis, Jawa Barat mengatakan dirinya ke Jakarta karena terpanggil untuk membela tauhid. Kata dia, dari kampung ke Monas dengan menumpang sejumlah tiga bus yang disewa dengan ongkos pribadi.

“Acara bela tauhid ,shalat subuh bersama. Teman-teman komunitas 212 sekampung dengan naik tiga bis,” ujarnya.

Lalu dia menambahkan, untuk acara siang belum mengetahui pasti akan tetapi, yang Dadi diketahui shalat subuh dan zikir bersama. Menurut dia, tidak harus diserukan terkait bela agama namun dengan kesadaran masing-masing seperti yang terlihat diarea Monas pengunjung padat dari berbagai daerah berkumpul.

“Kalau untuk acara siang belum tau yang pasti zikir bersama dengan istigosah. Semua biaya sendiri dari Ciamis kita terpanggil sama Allah SWT. Dan disini bela tauhid nggak mestinya diserukan sana sini wajib membela agama ulama kalau di Islam kita disini nggak ada paksaan udah benar dari hati kita,” tambahnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *