oleh

Menumbuhkan Jiwa Wirausaha Difabel dari Wacana Menjadi Aksi

TribunAsia.com

PERJUANGAN BELUM SELESAI

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Oleh : Azwardi Ujang

 

Mukadimah

Istilah difabel dan disabilitas sendiri memiliki makna yang agak berlainan. Difabel (different ability—kemampuan berbeda) didefinisikan sebagai seseorang yang memiliki kemampuan dalam menjalankan aktivitas berbeda bila dibandingkan dengan orang-orang kebanyakan, serta belum tentu diartikan sebagai “cacat” atau disabled.

Sementara itu, disabilitas (disability) didefinisikan sebagai seseorang yang belum mampu berakomodasi dengan lingkungan sekitarnya sehingga menyebabkan disabilitas.

 

Difabel dan diskriminasi

Kebijakan Politik

Kebijakan politik yg tidak berfihak Pada difabel.Mengharuskan kita  di Indonesia.

melakukan hal hal berikut:

Membuat jaringan yang lebih luas.

Membuat suatu opini, dimana hal itu untuk meyakinkan serta menyentuh kebutuhan langsung mereka.

Menciptakan suatu kebijakan publik yang dapat mengikat kita semua.

Memberikan pesan terhadap semua bahwa Difabel memiliki masalah terutama masalah yang menyangkut kebutuhan yang dirasakan paling mendesak sehingga masalah itu tidak hanya diketahui dan dirasakan oleh para Difabel itu sendiri tapi oleh seluruh pihak. Selama ini disamping ketidak pedulian terhadap Difabel juga ketidak tahuan bahwa difabel memiliki suatu masalah.

Perlu ditekankan pula bahwa  selaku difabel yang sedang memperjuangkan hak-hak difabel, perlu memperhatikan bahwa sebagian orang yang bisa membuat sesuatu namun tidak tahu apa yang harus dilakukan dimana hal itu disebabkan kurangnya Informasi serta masih adanya difabel yang hanya pasrah atau “nrimo”

Kemudian yang tak kalah perlu diperhatikan  adalah perlunya memperhatikan mana yang benar benar mempejuangkan hak difabel, sebagai panggilan hatinurani.

Tujuan dari politik sosial kita adalah adanya aturan yang mengikat walaupun pengusa itu sudah tidak berkuasa lagi sehingga politik sosial kita tidak bertopang pada penguasa yang sedang berkuasa pada saat ini dan perlunya menciptakan kondisiyang demokrasi yang memungkinkan suara kita didengar.

Difabel adalah orang yang selalu terpinggirkan, pelengkap kehidupan  maupun hal yang serba kurang mengenakkan yang didapatkan. Hal itulah yang selama ini kita lihat dalam keseharian. Sering sekali kita berfikir jika ada suatu kabar berita atau cerita tentang Difabel yang sukses besar, itu hanya dalam cerita yang telah didramatisir. Membangun sebuah persepsi yang benar dalam memahami difabel bukan hal yang mudah. Dalam banyak hal,  difabel masih mendapatkan diskriminasi yang begitu mencolok dikalangan masyarakat umum. Baik dalam pelayanan yang belum aksesibel, penilaian yang salah terhadap difabel dalam keluarga bahwa difabel itu harus “dikasihani”, dan pemenuhan hak bagi mereka.

Misalkan dalam hak mendapatkan pekerjaan. Dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang disabilitas yang berisi bahwa difabel berhak memperoleh  pekerjaan dan penghidupan yang layak sesuai dengan jenis derajat ke difabelannya, pendidikan dan kemampuan. Hal itu juga tertuang dalam kebijakan Kemenakertrans yang ditujukan bagi setiap perusahaan yang mempekerjakan dari 100 karyawan wajib mempekerjakan minimal satu orang difabel.

Keputusan Menteri tenaga kerja (Kepmen) Nomor 205 Tahun 1999 tentang pelatihan dan penempatan tenaga kerja Difabel. Sebagai difabel, saya sering sedih melihat para difabel yang masih terdiskriminasi, terutama yang ingin menjadi pegawai negeri sipil. Sebagai salah satu contoh perlakuan diskriminatif terhadap difabel. Kita masih sering membaca dalam pengumuman penerimaan calon pegawai atau karyawan salah satu poin yang mensyaratkan bahwa pelamar harus sehat jasmani dan rohani serta berpenampilan menarik. Biasanya persyaratan tersebut tertulis tanpa penjelasan, sehingga maknanya pun sangat umum.

 

Wirausaha Dmain Century Server

Karena itulah saya memutuskan membuka usaha sendiri Alat Penghemat Listrik yang saya beri nama “DMANIN CENTURY SAVER ”  dengan modal kecil.  Dalam kondisi keterpurukan ekonomi Indonesia., masalah pengangguran merupakan masalah yang mendesak untuk segera diselesaikan. Jika tidak, dampak negatifnya  akan semakin merambah  ke berbagai dimensi kehidupan sosial politik lainnya. Situasi ini sangat tidak menguntungkan karena mengakibatkan terbekalainya program pemerataan kesempatan dan perluasan lapangan usaha bagi masyarakat khususnya difabel yang tidak memiliki  keterampilan dan berpendidikan rendah.

Berdasarkan  data statistik  tahun 2000,waktu itu diketahui bahwa hampir 43% dari jumlah pengangguran yang ada, adalah masyarakat yang dimarginalkan termasuk difabel. Data tersebut menunjukkan bahwa peran serta masyarakat rentan sosial khususnya Difabel dalam membangun tatanan ekonomi Indonesia cukup signifikan.

Masyarakat Difabel yang termarginalkan tersebut keberadaannya sering dikaitkan dengan rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan yang dimilikinya. Masalah ‘kelompok masyarakat marginal’ ini juga sering menjadi sebab sempitnya ruang gerak (peluang) untuk meningkatkan kualitas sumber dayanya di masyarakat.

Sementara itu kemiskinan yang semakin hari semakin bertambah membuat kondisinya lebih memprihatinkan lagi, sebagian besar dari mereka hidup dalam keterpurukan. Ironisnya, sampai hari ini upaya pemberdayaannya Difabel belum optimal. Padahal setiap manusia juga memiliki hak dan kewajiban yang sama.

Hal ini saya lakukan setelah krisis tahun 1997 pada saat itu saya masih bekerja di salah satu Hotel Melati di Jakarta sebagai Manager.

Hotel tersebut terkena dampaknya dari krisis tersebut. singkat cerita Hotel tersebut tutup beberapa tahun kemudian.  Sulitnya untuk mencari pekerjaan saya belajar dari teman untuk membuat alat Penghemat Listrik, setelah saya bisa lalu maka dari situ mulailah saya memproduk sendiri (industry rumahan).

Oleh sebab itu saya coba membuka peluang kerja untuk para difabel dan masyarakat sekitar dengan modal yang sangat kecil itu.

Penghemat Listrik adalah sebuah alat yang terbuat dari kapasitor bank yang di design dengan kemasan yang sangat menarik untuk mengurangi pembayaran tagihan listrik di rumah/ di kantor/ di ruko dll. kerena alat ini berfungsi  menghilangkan daya semu atau arus boros  induksi pada setiap peralatan listrik atau elektronik.

Cara bekerja alat penghemat listrik: dengan cara menurunkan jumlah arus yang masuk (Ampere) pada tegangan yang tetap (volt) sehingga meringankan biaya listrik (watt) yang harus dibayar oleh konsumen setiap bulan.

Usaha yang masih dalam perkembangan ini terus dan terus mencoba   memperluas market share yang dimiliki agar dapat mencapai tujuannya, dan mengembangkan usaha dengan pemanfaatan dan pemberdayaan sumberdaya yang dimiliki dan juga yang ada disekitar.

DMANIN CENTURY SAVER akan merambah ke sektor yang lebih luas agar dapat bersaing dengan usaha lain yang berarti ke pasar bebas. Sebagai peluang usaha yang cukup aksesibel bagi lapisan masyarakat. Selain tidak membutuhkan mobilitas tranportasi yang tinggi, aspek kelayakan baik desain(creative development), secara fisik  tidak makan tenaga yang berlebihan. Sebaliknya  kemampuan mem-visualkan isi pesan , baik dari segi kreatifitas lay-out hingga teknis komputerisasi sangat layak dilakukan.

Demikian juga dalam memahami segala aspek atau seluk beluk tentang alat penghemat energi dan wilayah pasar, tidak menutup kesempatan bagi masyarakat untuk mampu mengembangkan konsep bisnis (usaha). Seperti pada umumnya semua usaha bertujuan untuk kesejahteraan dan profit yang halal dan sebesar mungkin untuk kelangsungan hidup. Di sisi lain dengan adanya produk Penghemat Listrik DMANIN CENTURY SAVER juga dapat membantu program pemerintah. Dengan mengacu prinsip dasar Usaha Dagang maka dikembangkan prinsip dasar edukatif-komunikatif yang selanjutnya akan dijadikan prinsip  dasar pengembangan usaha yaitu sebagai berikut :

Tanggung jawab pada setiap karyawan agar dapat bertujuan saling membantu,mengambil alih tanggung jawab dan resiko.

Efisiensi ekonomi disini adalah dalam kaitannya dengan pengembangan usaha termasuk promosi yang lebih serta ikut bersama-sama berjuang untuk memberdayakan peluang ekonomi atau peluang usaha yang dapat ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan.

Kerjasama dimana dikembangkan pola komunikasi eksternal yang dapat digunakan untuk jalinan usaha bersama dengan berbagai lembaga baik swasta atau pemerintah yang dapat diharapkan untuk memajukan usaha-usaha yang ada.

Dalam usaha penghemat listrik ini, hanya ada pemilik dan karyawan. Karena masih termasuk dalam usaha tradisional yang struktur Organisasinya tidak menggunakan sistem manajemen. Yang berarti bahwa pemilik merupakan penanggung jawab seluruhnya dalam sisi kepemilikannya terhadap usaha DMANIN CENTURY SAVER tersebut.

Dalam usaha DMANIN CENTURY SAVER ini memiliki beberapa teman berbagi tugas-tugasnya pada tiap kelompok bagian, 3 orang dalam merakit komponen kapasitor menjadi alat Penghemat Listrik. 2 diantaranya di bidang Finishing. 1 orang di bagian Administrasi dan merangkap sebagai sales dan kurir. Apabila pada saat pekerjaan banyak dan pesan antar sedang tidak banyak maka kurir dimutasikan sebagai sales exsekutif, agar tidak ada tenaga kerja yang menganggur.

Usaha ini berbentuk Home Industri,  adalah rumah yang digunakan untuk proses produksi serta distribusinya dalam kegiatan tersebut.

Peralatan yang paling penting dalam usaha ini adalah motor. Karena produk ini sering banyak dipesan via email sehingga membutuhkan alat transportasi untuk mengirim barang pesanan dalam area yang masih terjangkau.

Peralatan produksi yang digunakan untuk memproduksi alat Penghemat Listrik ini adalah alat-alat Standar dalam pembuatannya hingga finishing barang.

Pengembangan Pemasaran Usaha ini mencoba menjual alat Penghemat Listrik dengan design yang inovatif sehingga mudah digunakan oleh konsumen. Menjaga hubungan baik dengan konsumen.

Wilayah Pemasaran DMANIN CENTURY SAVER ini memasarkan produknya disekitar Jabodetabek,  Namun juga akan mencoba membuka cabang dan mengembangkan usaha sampai ke daerah  dan Propinsi Lainnnya. Dmanin Century Saver juga mengikuti pameran-pameran yang diadakan di Jakarta Convention Center, Balai Kartini, hingga Pekan Raya Jakarta.

  1. Tempat yang strategis, sehingga mudah dijangkau oleh konsumen
  2. Mempunyai website, lebih mempercepat proses transaksi tanpa batasan waktu
  3. Harga yang bersaing
  4. Pelayanan konsumen yang ramah yang dapat membuat konsumen merasa nyaman dan dihargai.

 

Keterbatasan tidak menghalangi untuk mencapai kesuksesan.

Demikian sekilas Difabel dan Perjalanan Usaha.

Pamulang 2018

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *