oleh

Hari Difabel Internasional : Terjebak Ceremoni

Jakarta, TribunAsia.com – Setiap tahun pada tanggal 3 Desember hari yang dikenang dan diperingati oleh segenap negara dunia. Pada tanggal itu hari difabel.

Semua stakeholder dan difabel (tuna rungu, daksa, netra dan dwi tuna) memperingati hari perjuangan kaum difabel. Hari tanpa diskriminasi. Hari kesetaraan. “Peringatan ini terjebak dari tahun ke tahun masih ceremonial saja difabel masih berdiam diri,” kata Ketua KAPCI  (Komite Advokasi Penyandang Cacat Indonesia yang menyesuaikan nama menjadi KADI, Komite Advokasi Difabel Indinedia) Fikri Thalib melalui sambungan seluler di Jakarta, Senin (3/12).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Fikri menunjukan alasannya, peringatan ini terjebak ceremoni karena masih banyak fasilitas publik dan ibadah yang tidak mendukung difabel. “Itu baru bersifat fisik. Yang bersifat pandangan berfikir. memandang difabel sebagai kutukan tuhan. Cara berfikir yang harus dibongkar” kata Bapak satu anak ini.

Makna hari peringatan difabel sebagai momentum kaum difabel untuk merebut peluang, “Banyak peluang kita hilang karena spirit perjuangan kendor dan saling menunggu nasi bungkus” tandas Fikri Thalib.

Fikri mengajak kaum difabel dan masyarakat memaknai hari difabel sebagai ikhtiar manusia membangun peradaban yang ramah difabel.

“Ramah difabel artinya bukan manubilis (manusia berwujud iblis),” pungkas Fikri Thalib. (GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *