oleh

Dukung Kalimat Tauhid, Peserta Reuni 212 Berharap yang Menghina Tauhid Berpikir Seribu Kali  

Jakarta, TribunAsia.com – Peserta aksi 212 menyampaikan mendukung terhadap kalimat tauhid didepan kantor DPRD DKI Jakarta yang berhadapan dengan Plaza Telkom.

Dengan membentangkan spanduk panjang yang bertuliskan ‘BENDERA TAUHID BENDERA UMAT ISLAM’ salah seorang peserta barisan tersebut yang berasal dari Semarang Jawa Tengah mengatakan, akan mendukung dan memperjuangkan kalimat tauhid.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Dwi menjelaskan, kejadian pembakaran bendera tauhid yang dilakukan oleh Banser dinilai telah menghina kedatangan dia bersama rombongan dalam reuni akbar di Monas bertujuan untuk mencerahkan kalimat tauhid.

“Kita ikut ini mendukung, kita perlu kalimat tauhid harus diperjuangkan karena telah dinyatakan kami tersinggung bermula oknum Banser membakar bendera tauhid kita tidak ingin dan mencerahkan kalimat tauhit yang dihinakan,” papar Dwi Semarang.

Dalam hitungan beberapa menit, peserta aksi dari Semarang itu meneriakan kalimat takbir. Massa yang sangat antusias baik pria maupun wanita dewasa dengan berbagai atribut lengkap.

“Takbir… Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar,” seru mereka.

Ditempat yang sama, Majelis Taklim Forum Kajian Islam menuturkan, selain reuni 212 kedatangan mereka secara tegas menolak bendera tauhit dihina maka dijelaskan sebagai umat Islam akan membelanya.

“Selain reuni kami ingin menyampaikan bendera sering dihinakan maka kami orang Islam membela. Dari kami dari majelis taklim dari Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung,” ujar Zacky Suratman koodinator majelis taklim.

Kemudian dia menambahkan, dari Bandung Jawa Barat tiba di Jakarta semalam pada pukul 22.00 Wib bersama rombongan diperkirakan mencapai 180 orang dalam satu Desa Ciparay kabupaten Bandung. Dengan menumpang 3 unit bus peserta dari majelis taklim itu turut mempertunjukkan tulisan “AKU CINTA BENDERA TAUHID” dan “BENDERA TAUHID = BENDERA NABI SAW”.

“Berangkat jam malam ikut dalam kegiatan ini kami hadir 3 bis satu desa itu 180 orang. Semua berhubungan dengan bendera tauhid,” tambanya.

Zacky bersama rombongan berharap, untuk kedepan tidak ada lagi yang menghina kalimat tauhid karena kata dia bendera tauhid panji Rasul. Sambungnya, dengan kejadian tersebut setidaknya tidak ada lagi kejadian serupa dan siapapun yang menghina kalimat tauhid dapat berpikir ulang.

“Mudah-mudahan dengan acara seperti ini orang-orang yang menghina panji Rasul berpikir 1000 kali untuk menghina,” tegasnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *