oleh

Panitera Pengganti di-OTT, Kabaghumas PN Jaktim: Tidak Ada Hubungannya dengan PN Jaktim

Jakarta, TribunAsia.com – Panitera Pengganti Pengadilan Negeri Jakarta Timur yang ditangkap tangan saat OTT KPK pada dini hari kemarin (28/11) pernah dimutasi dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Dalam penangkapan yang dilakukan oleh KPK, Panitera Pengganti yang diketahui bernama Muhammad Ramadhan diketahui sedang mengajukan cuti akan tetapi di ditunda oleh Kepala PN Jaktim.

Kabaghumas PN Jaktim menjelaskan, Panitera Pengganti yang diamankan KPK diketahui bernana Ramadhan dan tengah mengajukan cuti. Kemudian, perihal pengajuan cuti sempat ditunda oleh kepala pengadilan dikarenakan yang bersangkutan tersandung kasus dalam perkara PN Jaksel.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Beliau meminta cuti dan dipending oleh Ka PN Jaktim (kepala PN), dipending ternyata beliau tersandung kasus ini. Ini sebetulnya tidak ada hubungannya dengan PN Jaktim ditimur tidak ada yang negatif,” kata Syafrudin Ainor Rafik kepada wartawan, Kamis (29/11/2018).

Ia menambahkan, Muhammad Ramadhan dilingkungan PN Jaktim bersosial dengan baik sesama rekan-rekan di kantor pengadilan dan tidak menunjukkan perilaku negatif. Dan katanya lagi, dirinya mengenal panitera pengganti itu hanya sebatas hubungan pribadi pada saat kegiatan olahraga.

“Untuk kesehariannya bagus beliau dari Jaksel kinerjanya di Jaktim bagus. Klo saya hubungan pribadi hanya sebatas olahraga, beliau aktif ditenis dan bulu tangkis,” ujarnya.

Saat ini KPK telah memeriksa 5 orang yang diamankan ketika OTT dini hari lalu terkait perkara yang ada di PN Jaksel yang melibatkan oknum Hakim, Panitera Penganti, Advokad dan yang berperkara.

Muhammad Ramadhan yang terdiciduk lembaga anti rasua tersebut, dikemudian hari tugas dan tanggung jawabnya akan digantikan oleh Panitera Penganti yang lainnya. Atas keterlibatan perkara di PN Jaksel, Ainor menegaskan OTT KPK itu terjadi selepas pulang kantor.

“Itu nanti Ramadhan ini jadi tersangka segala sesuatu dengan yang ada di Pak Ramadhan itu akan diambil dan akan diganti dengan panitera pengganti lainnya. Karena dalam suatu majelis itu ada 4 hakim dan beberapa panitera,” tambahnya.

Menurut Ainor, panitera pengganti (PP) yang diamankan KPK dalam tangkap tangan pada Rabu dini hari (28/11),  ditambahkan hingga saat ini PN Jaktim masih menanti informasi lebih lanjut dari Mahkamah Agung Republik Indonesia. Untuk lokasi penangkapan dijelaskan kembali oleh Kabaghumas, objek perkara terjadi di Jakarta Selatan tentang perkara hukum yang menyangkut didalam PN Jaksel.

“Bahwa ada saudara Ramadhan yang terlibat kami dari PN Timur masih menunggu dari Mahkamah Agung obyek perkara itu di PN Jaksel lalu beliau Ramadhan tertangkap setalah jam kantor artinya setelah jam dinas oleh karenanya itu adalah sifat dr Ramadhan itu sendiri,” jelas Ainor. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *