oleh

Ekonomi Sulit, Pelaku UMKM Akui Usahanya Mandeg

Jakarta, TribunAsia.com – Kesulitan ekonomi yang belakangan ini melanda Indonesia ternyata berimplikasi langsung kepada sektor UMKM, tidak sedikit pelaku UMKM yang usahanya tidak bisa berkembang ditengah situasi ekonomi sulit seperti sekarang, kondisi ini salah satunya dialami oleh Firza, pria yang bergerak dalam usaha penjualan makanan sea food.

Firza yang sehari-harinya berjualan di Jalan Jendral Soeprapto, tepatnya di depan Kampus Pascasarjana STIAMI, Senen, Jakarta Pusat, menuturkan kesusahan yang sedang dialami usahanya saat bincang bersama TribunAsia.com.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Menurutnya sudah sekitar empat bulan belakangan ini jumlah pembeli di tempatnya mengalami penurunan.

“Belakangan ini menurun pembelinya bos, tidak kayak sebelum-sebelumnya” ucapnya di tengah percakapan, Rabu (28/11).

Dirinya mensinyalir penyebab menurunnya pembeli salah satunya karena situasi ekonomi yang sedang sulit.

“Penyebabnya karena sekarang tuh ekonomi kan lagi sulit, kayak berita di TV, kalau sulit begitu kan pasti masyarakat pada ngirit jajan” tambahnya.

Sebelumnya ia pernah membuka cabang usaha makanan sea food di wilayah Bekasi, namun kini angkringan tersebut sudah tutup karena sepi pembeli.

“Pernah buka di Bekasi bos, tapi dah tutup, sepi pembeli, akhirnya ngga bisa bayar karyawan” tuturnya.

Dia tak menampik bahwa posisi tempat jualan yang strategis dan budaya jajan masyarakat turut mempengaruhi jumlah pembeli.

“Memang sih tempat dan kebiasaan jajan warga setempat mempengaruhi, tapi sekarang memang situasinya lagi sulit, teman-teman saya yang jalankan usaha beginian pada ngeluh” bebernya.

Meskipun sulit, Firza tetap berkomitmen menjalankannya usahanya, ia pun berharap ke depan keadaan bisa membaik, usaha sea food yang merupakan warisan orang tuanya menjadi alasan lain sehingga ia memutuskan terus bertahan. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *