oleh

Survei Median : Jokowi-Ma’ruf Stagnan, Prabowo-Sandi Siap Menyalip

Jakarta, TribunAsia.com – Hasil survey terbaru Lembaga Survei Median, tingkat elektoral pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengalami kenaikan. Pasangan petahana Joko Widodo-Ma’ruf Amin stagnan. Lembaga survei Median pada Selasa (27/1) merilis hasil survei elektabilitas terbaru dari dua pasang capres-cawapres. Dalam hasil survei, kedua pasang memiliki selisih 12,2 persen.

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, menyampaikan, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf 47,7 persen dan Prabowo-Sandi 35,5 persen.

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Bicara pengalaman pilpres (sebelumnya), selisih ini tidak terlalu tebal, artinya keunggulan ini masih bisa disamakan Prabowo kalau mereka ingin mengejar. Survei ini memberikan warning bagi kedua calon,” katanya di Cikini, Selasa (27/11).

Di sisi lain, menurut Rico, untuk mempertahankan elektabilitasnya, Jokowi harus menyelesaikan kebutuhan dasar seperti listrik dan sembako. Selain itu, isu seperti lapangan pekerjaan dan nilai tukar rupiah juga menjadi sorotan.

“Kekhawatiran nilai tukar rupiah terhadap dolar sama sekali belum pulih sejak Jokowi menjabat,” ungkapnya.

Keunggulan Jokowi merujuk kepada pembangunan infrastruktur yang sudah dilakukan selama empat tahun ini. Namun, ternyata hal itu belum mampu mendongkrak elektabilitasnya yang masih berada di bawah 50 persen.

Rico juga menjabarkan temuan tentang elektabilitas Prabowo-Sandiaga yang masih di bawah Jokowi-Ma’ruf. Sebab, menurutnya, jika ada ketidakpuasan terhadap kinerja pejawat, biasanya elektabilitas oposisi cenderung menguat.

“Jadi, masih terlihat kompetensi ekonomi Prabowo-Sandiaga yang belum terbangun sama sekali. Faktor kedua, gaya politik Prabowo yang keras masih menjadi sorotan. Dengan kata lain bertahannya elektabilitas Jokowi-Ma’ruf ini juga dianggap belum mampu menaikkan elektabilitas Prabowo-Sandi,” ujar Rico.

Ditambahkannya, jika Prabowo-Sandi tetap stagnan, tidak menutup kemungkinan perolehan seperti Pilpres 2014 terulang kembali.

“Kalau dia mampu meyakinkan mungkin Prabowo akan naik. Tapi kalau gagal, posisi suara kembali ke 2014 lalu,” imbuh Rico.,” paparnya.

Rico menyebut narasi ekonomi yang diungkapkan oleh Prabowo-Sandiaga baru sebatas mampu menahan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf. “Narasi ekonomi yang dibangun belum meyakinkan pemilih untuk memilih mereka,” tambahnya.

Survei terbaru Median digelar pada 4-16 November 2018. Survei median menggunakan sampel sebanyak kurang lebih 1.200 responden yang diambil secara acak dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi serta gender. Margin of error dalam survei ini tercatat sebesar kurang lebih 2,9 persen.

Ada sekitar 16,8 responden yang tidak atau belum menentukan pilihan atas kedua pasangan capres-cawapres itu.(GN)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *