oleh

Tim Putri Shohid Menggondol Piala Bergilir di Aqsha Competition

Pangkep, TribunAsia.com – Maros-Pondok Pesantren Modern Islam Shohwatul Is’ad menjadi juara umum pada Olimpiade Alquran, Sains dan Olahraga (Aqsha) Competition yang berlangsung dari tanggal 23 sampai dengan 25 November 2018 di Kota Maros. Tim Putri menjuarai tiga kategori, yakni: juara 1 fotografi, juara 1 Pendidikan Agama Islam dan juara tiga kategori Ilmu Pengatahuan Alam.

Melalui wawancara langsung dengan kru Master Shohid, Lisda Lahab, M.Si selaku pendamping dan pembimbing lomba menjelaskan dinobatkannya Tim Putri PPMI Shohwatul Is’ad sebagai juara umum merupakan sebuah prestasi dan pengalaman

Iklan 52 Khutbah Jum'at

“Kita mengikuti lomba dengan menjadi juara umum adalah hal yang membanggakan dan menggembirakan, namun bagi yang belum menang dikategori tertentu, jangan merasa bersedih, ini adalah pengalaman untuk menjadi lebih baik,” ujar Lisda Lahab.

Lisda berharap, prestasi santri putri Shohid dapat lebih terpacu semangatnya. “Bagaimanapun, kami juga punya kewajiban, dan ini bagian dari tugas kami agar santri bangga dengan pencapaian mereka,” ujar Wakil Kepala Sekolah bagian kurikulum SMA IT Shohwatul Is’ad ini, Senin (26/11/2018)

Guru yang masuk kategori favorit versi santri tahun 2018 ini mengungkapkan bahwa minimnya waktu persiapan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi santri.

“Kita hanya punya waktu dua hari untuk mempersiapkan diri, jadi kami guru membimbing secara marathon, mulai dari siang, sore sampai malam membimbing santri” ungkap Lisda.

Namun mininmnya persiapan santri, nampaknya tidak terlalu mengganggu hasil yang dicapai  santri putrid PPMI Shohwatul Is’ad, ini terbukti dengan terpilihnya Nurul Annisa sebgai juara satu lomba fotografi, tim IPA (Aliyah Fatih, Khairana Ramadhani dan Jihan) telah  memenangkan juara tiga, sedangkan Akmelia Faradiza merebut tropi pertama untuk kategori Pendidikan Agama Islam.

“Kita rebut juara umum, Alhamdulillah, ini bisa menjadi kebanggan dan pemicu prestasi diperlombaan berikutnya, terang Lisda.

Pagelaran Olimpiade Alquran, Sains dan Olahraga sebanyak 305 peserta yang berberkompetisi memperebutkan juara pada masaing-masing kategori lomba yang berlangsung elama tiga hari.

Di kesempatan yang berbeda, Irman Yasin Limpo, Kepala Dinas Pendidikan Sulsel menyatakan dalam pembukaan Olimpiade Alquran, Sains dan Olahraga, bahwa tantangan abad ke-21 bagi tenaga pendidik yakni kolaborasi, Jum’at (23/11/2018)

“Saya senang Alquran, sains dan olahraga dapat dikolaborasikan. Ini merupakan pendidikan menengah mengajarkan anak-anak paham kompetisi dasar yang dapat membentuk life skill,” ujar Irman Yasin Limpo. (Pim)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *