oleh

Loka Karya Penulis: Menarik Minat Pembaca Perlu Judul Menarik

Jakarta, TribunAsia.com – Muhammad Anthoni selaku pengantar materi penulisan mengatakan, untuk menarik pembaca perlu judul berita yang menarik dalam kesempatan Loka Karya Penulis Muda bertempat di Gedung Dakwah dibilangan Kramat Raya Jakarta Pusat.

“Untuk menarik minat pembaca lebih jauh untuk penulis berita itu judulnya menarik dan penulisan pertama menarik,” kata Anthoni yang pernah menjadi ketua PJMII, Minggu (25/11/2018).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Kemudian dia menambahkan, tugas utama wartawan adalah mencari berita yang update dan bila telah mewawancarai narasumber maka tugas-tugas berikutnya merampungkan kegiatan peliputan tersebut agar dapat dipublikasi oleh kantor berita.

“Didunia wartawan ada penugasan ke lapangan jumpa pers atau wawancara atau ada kejadian kita balik ke kantor harus nulis berita,” ujar wartawan senior kantor berita Antara.

Kata Anthoni, seorang jurnalis harus menyiarkan berita secepatnya dikarenakan, bila ditunda keesokan hari mendatang dinilai kualitas berita tersebut akan basi atau ditinggal pembaca. Sebab, pembaca butuh informasi yang aktual dan terpercaya.

Ia pun berpendapat, berbeda dengan seorang penulis buku yang mana dikatakannya dapat dinikmati kapan saja isi informasi didalam buku tersebut. Pesan dia, dalam kesempatan dihadapan penulis muda wartawan harus mampu menyuguhkan berita update.

“Kalau anda meliput besok basi umurnya sehari. Ada narasumber suara orang yang diambil jadi ada tulisan yang bagus. Tentu ada metode research ada kualitas research data penting. Buku bisa lama kapan saja dibaca. Saya berniat pengen buat buku Kashogi menarik tuh,” tandasnya.

Selain itu, dijelaskan kembali untuk penulisan nama seseorang narasumber harus lengkap dan tiap wartawan memiliki ketertarikan dalam menuliskan berita berbeda sesuai dengan angle masing-masing.

Namun, Anthoni berharap kepada peserta penulis muda yang hadir bila memahami materi-materi dasar jurnalistik yang diberikan oleh pembicara setidaknya, bila layak dan berkompeten bukan tak mungkin akan menduduki posisi editor.

“Ada peliputan didalamnya ada investigasi akses itu perlu. Angle berita berbeda-beda naluri orang itu kepada Who. Jadi, akurasi nama itu perlu jangan sampai salah menyebutkan. Saya pengen anda menjadi editor. Setiap wartawan ada tehnik-teknik wawancara,” paparnya.

Ahmad Nurhono dalam kesempatan yang sama mengatakan, seorang penulis diharuskan rajin membaca dan memiliki kemampuan terutama memilki lingkaran pena yang berkualitas.

“Semangat tidak tumbuh sendirian kecuali punya kemauan yang kuat punya lingkaran pena yang berkualitas dan mentor. Dia harus rajin membaca buku. Dan jangan meremehkan buku itu inspiratif,” jelas Nurhono saat memberikan konsep materi berpikir.

Dia juga menyampaikan ditengah-tengah penulis muda, penulis besar tentunya telah melewati berbagai steep (langkah). Lebih lanjut menurut dia, seorang penulis harus dapat mempunyai program yang aktual dan dimulai dari diri sendiri membangun inspirasi.

“Tidak mungkin penulis besar bila tidak ada steep yang harus dipahami. Tulis, menulis dan nulis apa saja, dirinya harus inspiratif tingkah laku. Inspiratif, otoritatif dan verry strong idea,” sambungnya. (Dw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *