oleh

Titiek Soeharto Akui Pertarungan Pilpres Tidak Seimbang, Tetapi Tetap Yakin Prabowo-Sandi Pemenangnya 

Jakarta, TribunAsia.com – Pernyataan kontroversial disampaikan Ketua Bidang Pertimbangan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Berkarya, Titiek Soeharto, secara terbuka mantan politisi Golkar ini mengakui  gelanggang pertarungan Pemilihan Presiden 2019 berjalan tidak seimbang, namun demikian menurutnya pasangan Prabowo-Sandi (PADI) tetap akan muncul sebagai pemenang.

“Pertarungan ini (Pilpres) sesungguhnya tidak seimbang, tapi Prabowo-Sandi akan menang” ucapnya di Jakarta, Sabtu (24/11).

Iklan 52 Khutbah Jum'at

Pernyataan Titiek tersebut mengacu kepada fakta mesin media dan modal yang dimiliki pasangan PADI, secara faktual media arus utama lebih banyak berpihak kepada pasangan nomor 1, semua itu terjadi karena beberapa petinggi parpol koalisi nomor urut 1 adalah pemilik media.

“Media dan cost politik memang dibutuhkan dalam memenangkan pasangan kandidat, tapi itu bukan segalanya, yang terpenting adalah keberpihakan rakyat, sangat jelas dari waktu ke waktu keberpihakan rakyat kepada Prabowo-Sandi semakin besar, jadi kita optimis menang” jelas perempuan satu anak ini.

Dirinya menegaskan bahwa kubu Prabowo-Sandi tidak pernah bisa diam melihat ketidakadilan yang ramai dipertontonkan kekuasaan.

“Bila kita melihat penindasan, ketidakadilan tepat di hadapan mata kita, apakah kita hanya akan diam ? Pasti tidak” tegas Titiek.

Menurutnya memenangkan pasangan Prabowo-Sandi merupakan satu-satunya harapan untuk keluar dari ketidakadilan dan penindasan yang cenderung dibiarkan saat ini.

“Tidak ada pilihan lain, untuk menyudahi semua itu kita harus bersatu padu memenangkan Prabowo-Sandi” pungkasnya.

Lanjut Titiek, semua pendukung dan relawan PADI harus bekerja ekstra memenangkan memenangkan Capres dan Cawapres yang diusungnya.

“Semua harus kerja keras, terus sosialisasikan visi misi Prabowo-Sandi agar rakyat paham mengapa mereka harus memilih pasangan Prabowo-Sandi” katanya.

Tidak lupa puteri Presiden Soeharto ini mengkritik kebijakan pemerintah yang lebih mengutamakan tenaga kerja asing dibandingkan tenaga kerja lokal.

“Aneh saja melihatnya, tenaga kerja diimpor semua dari luar negeri, bahkan hingga pekerja kasar, kalau begini pekerja lokal dapat bagian apa” tukasnya.

Titiek Soeharto terbilang politisi yang selalu mendukung Prabowo dalam pencapresan, dalam Pilpres 2014 lalu Titiek Soeharto yang saat itu masih di Golkar juga terlibat aktif memenangkan pasangan Prabowo-Hatta. (ZNR)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *